Kuasa Hukum: Habib Rizieq Perintahkan Dampingi Kasus di Tebing Tinggi

Kuasa Hukum: Habib Rizieq Perintahkan Dampingi Kasus di Tebing Tinggi

Keributan yang terjadi saat tabligh akbar dalam rangka ulang tahun Nahdatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/2) lalu.

(jw/rzd)

Senin, 11 Maret 2019 | 18:32

Analisadaily (Medan) - Diamankannya 11 anggota Front Pembela Islam (FPI) Tebing Tinggi saat berlangsungnya tabligh akbar dalam rangka ulang tahun Nahdatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/2), oleh polisi, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab siapkan strategi hukum.

Kuasa hukum Habib Rizieq Syihab, Damai Hari Lubis mengatakan, kasus yang menimpa kader FPI Tebing Tinggi menjadi perhatian serius bagi pimpinan FPI pusat. "Bahkan, Habib Rizieq Syihab memerintahkan langsung Ketum FPI agar mengutus kuasa hukumnya untuk menangani perkara tersebut," katanya, (11/3).

Damai menjelaskan, tim kuasa hukum mereka nantinya akan menyiapkan strategi dan langkah hukum untuk melakukan pembelaan terhadap 11 tersangka yang saat ini ditahan di Polres Tebing Tinggi. "Selain melakukan pembelaan serta pendampingan hukum, tim ini nantinya akan menyiapkan prapid," jelasnya.

Damai mengungkapkan, tim kuasa hukum mereka akan bertempur habis-habisan untuk menegakkan hukum yang dianggap pihaknya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

"Penetapan tersangka dengan sangkaan pasal 160 KUHAP juga dianggap terkesan dipaksakan. Undang-undang tersebut sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi dari tindak pidana Formil menjadi tindak pidana Materil," ungkapnya.

Untuk diketahui, keributan terjadi saat sedang berlangsung‎ tabligh akbar & tausyiah kebangsaan serta pelantikan IPNU dan IPPNU Kota Tebing Tinggi dalam rangka hari lahir Nahdatul Ulama ke 93.

Pada saat itu acara dihadiri oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, tokoh agama serta pemuka masyarakat.  Saat acara berlangsung beberapa orang  berteriak-teriak untuk membubarkan acara tersebut.

Petugas yang menghalau mereka tetap memaksa dan semakin berteriak-teriak, bahkan mengajak beberapa ibu-ibu yang sedang mengikuti pengajian untuk aksi demo di tempat. Melihat aksi semakin tidak kondusif.

Petugas dengan sigap menghalau mereka, sehingga sempat terjadi kegaduhan dan terjadi aksi dorong-dorongan sehingga dilakukan tindakan kepolisian untuk mengamankan beberapa orang yang membuat keributan tersebut.

Ke-11 orang yang diamankan tersebut merupakan anggota FPI berinisial MHB, S alias G, FS, AS, AR, SS, OQ, MA, AD, E alias I, dan RP. Mereka dijerat dengan  Pasal 160 Subsider Pasal 175 jo Pasal 55,56 KUHP mengenai penghasutan dan atau melakukan perbuatan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar