Kuasa Hukum Bantah RJ Disebut Otak Pelaku Pembunuhan

Kuasa Hukum Bantah RJ Disebut Otak Pelaku Pembunuhan

Kuasa hukum RJ, Zulheri Sinaga.

(jw/rzd)

Senin, 23 Januari 2017 | 17:40

Analisadaily (Medan) - Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan membawa terduga otak pelaku pembunuhan terhadap pemilik toko airsoft gun, Indra Gunawan alias Kuna, ke Mapolda Sumut.

"Tersangka RJ sudah tiba di Medan setelah kami jemput dari Polda Jambi melalui Bandara Kualanamu untuk diperiksa," kata Kasubdit Penmas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan, di Mapoldasu, Senin (23/1).

MP. Nainggolan menjelaskan, setelah selesai proses administrasi nantinya RJ akan diserahkan ke Polrestabes Medan. "RJ kami serahkan ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan," ujarnya.

Kuasa hukum RJ yang juga mendampingi keluarga Rawi, Zulheri Sinaga, membantah kliennya ditangkap polisi, melainkan datang ke Mapolda Jambi untuk meminta perlindungan hukum.

"Tidak ada penangkapan di Jambi, yang ada begitu dia dapat kabar Rawi meninggal, klien saya mencari perlindungan dan datang ke Polda Jambi. Karena ada kekhawatiran RJ akan diperlakukan sama dengan Rawi," kata Zulheri.

Lebih lanjut, dijelaskannya, sampai sekarang tidak ada keterangan dari kliennya sebagai dalang pembunuhan Kuna.

"Kami datang ke Polda untuk mendampingi RJ. Apakah memang pihak kepolisian punya bukti yang kuat, sehingga menuduh klien kita merencanakan pembunuhan," jelasnya.

RJ saat digelandang ke Polda Sumut, Senin (23/1). (jw)

RJ saat digelandang ke Polda Sumut, Senin (23/1). (jw)

Ditanyai soal hubungan antara RJ dengan korban dan tersangka Rawi, Zulheri menuturkan tidak mengetahui secara mendalam.

"Yang pasti mereka sama-sama penganut Hindu, saya pikir begitu. Kemudian yang kedua, Rawi mengawasi kafe milik RJ di Jalan Abdullah Lubis," tuturnya.

Sebelumnya dua dari delapan tersangka pembunuhan Kuna ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Keduanya meregang nyawa. Sedangkan beberapa tersangka lainnya dilumpuhkan petugas.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar