Kualitas Udara Riau dan Jambi Membaik

Kualitas Udara Riau dan Jambi Membaik

Seorang petugas BNPB memantau lokasi pembakaran yang menghanguskan ratusan hektar lahan perkebunan sawit di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (20/9). (ANTARA FOTO/Yohanes Kurnia Irawan)

Selasa, 22 September 2015 | 09:23

Jakarta (ANTARA News) - Operasi darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah menunjukkan hasil yang cukup membaik. Berdasarkan evaluasi dari pos komando di Riau dan Jambi pada Senin malam menunjukkan jarak pandang di Riau dan Jambi semakin membaik.

"Alhamdulillah di Pekanbaru dan beberapa kota lain turun hujan membuat jarak pandang semakin membaik. Jika sebelumnya jarak pandang hanya 100 hingga 500 meter, saat ini jarak pandang di Pekanbaru tujuh kilo meter, Rengat enam kilo meter, Dumai lima kilo meter, Pelalawan 2,5 kilo meter," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada ANTARA News di Jakarta, Selasa.

Kualitas udara pun tercatat membaik berada di level baik hingga sedang. Meski demikian, pederita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) masih berjumlah 30.144 jiwa.

"Operasi udara masih terus dilakukan. Tiga heli MI-171, Kamov dan Sikorsky dikerahkan untuk melakukan water bombing 200 kali di Pelalawan. TMC juga mengirim Cassa 212, untuk satu sorti seeding satu ton garam arah Pelalawan, Meranti, dan Siak," katanya.

Untuk operasi darat, hingga Senin (21/9), luas lahan yang telah berhasil dipadamkan seluas 4.782 hektare. Di Riau sendiri telah tercatat 46 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan 53 orang tersangka dan 21 perusahaan yang disidik.

Di Jambi, titik api kini tercatat tinggal 12; Muaro Jambi delapan, Tebo dua, Batanghari satu. Jarak pandang terendah tercatat 300 meter dan tertinggi 5 kilo meter.

"Hujan berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Jambi. Tapi sore hari kemarin terjadi hujan deras pukul sekitar pukul 15:49 WIB di perbatasan Muaro Jambi-Tanjung Jabung Timur. Hujan juga terjadi di Kab. Muaro Jambi, Tanjabbar, Tanjabtim. Kualitas udara masih tidak sehat di sana, penderita ISPA pun masih 20.826 jiwa," katanya.

Operasi udara dikerahkan tiga helikopter MI-17, Super Puma dan Bolco yang melakukan 176 water bombing. TMC dengan Cassa 212 menabur garam 900 Kg, Lokasi Muaro Jambi.

Sementara untuk operasi daat melibatkan 4.558 personel dari BPBD, MA, TNI/Polri, MPA dan lain-lain. Mereka berhasil memadamkan 7.221 hektar lahan terbakar dan 269 hektare lahan berasap.

"Di Jambi tercatat 16 kasus yang sudah ditangani dengan 27 orang dijadikan tersangka," kata Sutopo.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar