KSAD Kumpulkan Aktivis BEM di Markas Kopassus, Ingatkan Intervensi Asing

KSAD Kumpulkan Aktivis BEM di Markas Kopassus, Ingatkan Intervensi Asing

(dtc)

Kamis, 25 September 2014 | 18:39

detikNews - Jakarta, KSAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo melakukan pertemuan dengan BEM se-Indonesia di Lapangan Tembak Ksatria, Makokopasus, Cijantung. Dalam perbincangan tersebut ia mengingatkan adanya intervensi pihak asing ke Indonesia.

"Suatu kehormatan ini bagi saya bisa hadir bertemu dengan teman-teman mahasiswa. Seharusnya saya ada pertemuan penting tetapi saya undur demi tatap muka dengan teman-teman," ujar KSAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam acara bincang-bincang dengan perwakilan Bem se-Indonesia, Kamis (25/9/2014).

Acara yang diselenggarakan oleh Kopassus ini atas permintaan BEM seluruh Indonesia. Setidaknya 69 Universitas dari Papua hingga Aceh.

"Kehadiran saya dis ini untuk melakukan diskusi dan menyamakan visi serta misi, karena untuk mencapai Indonesia emas ada ditangan mereka pemuda dan pemudi," ujarnya.

Mengawali acara diskusi, jendral bintang empat ini bercerita sosok Dr Soetomo. Sebagai kaum pemuda di eranya Dr Soetomo bisa menaklukan Belanda tanpa senjata.

"DIa bisa menaklukan Belanda, saat itu dihadapan polisi Belanda dia mengatakan ini merupakan lagu kebangsaan kami bagi yang tidak menghormati berarti kalian kerbau," ujar Gatot menirukan perkataan Dr Soetomo yang dikuti gelak tawa mahasiswa.

Tak ada batas antara jendral bintang empat ini dengan Mahasiswa. Perbincangan berjalan santai diikuti senda gurau.

"Kalian tahu tidak perang yang terjadi belakangan ini memperebutkan apa, konflik yang terjadi di Afghanistan, Ukraina hingga Irak itu semua karena memperebutkan kekayaan alam yang ada di sana," tuturnya.

Tidak menutup kemungkinan keberadaan energi fosil di muka bumi ini akan habis. Bahkan tahun 2011 seluruh pengamat energi memprediksi cadangan minyak fosil hanya tersisa untuk 42 tahun lagi.

"Tetapi pada tahun 2014 pengamat energi berkata sisa energi di bumi bisa untuk 52 tahun lagi, lalu kenapa bisa bertambah? Rupanya hal itu dimasukan juga dengan kandungan energi hayati maka bisa mencapai 52 tahun lagi," tuturnya.

Gatot mengungkapkan alasan pembahasan materi krisis energi. Ia mengingatkan Indonesia merupakan negara yang berada di sejajar garis ekuator.

"Di mana vegetasinya tinggi, tiap tahun kita selalu panen. Sebagai bangsa Indonesia kita masih memiliki kekayaan energi hayati yang tinggi," ujar
Gatot sembari menujukan peta sumber daya Indonesia yang dijarah oleh bangsa asing.

Gatot menuturkan keberadaan asing di Indonesia sangat legal. Keberadaan Indonesia di mata dunia merupakan sosok gadis cantik yang seksi.

"Akan tetapi Indonesia memiliki power deffence yang hebat," tuturnya.

Gatot mengatakan kini konflik yang terjadi mulai beranjak ke wilayah negara di ekuator. Negara yang mulai habis sumber daya alam mulai melirik negara seperti Indonesia, Afrika, dan Amerika Selatan.

"Sekarang Snda bayangkan jika ada seorang presiden yang negaranya tidak memiliki sumber daya alam lagi, apa yang Anda lakukan?," tanya Gatot ke Mahasiswa.

"Saya akan melakukan invasi ke Indonesia menjarah kekayaan alamnya dengan cara-cara diplomasi," saut salah satu mahasiswa.

Menurut Gatot, kehadiran bangsa asing di Indonesia. Sudah mulai merusak semangat dari kaum pemuda.

"Salah satunya itu. Kalian sadar tidak selama ini kalian selalu dimanfaatkan negara-negara asing? Salah satu studi dari Guru besar di Universitas di Indonesia mengatakan kalau bangsa asing mulai merusak kaum pemuda dengan budaya, narkoba, dan kegiatan diplomasi yang menyuap para pejabatnya," tuturnya.

Gatot mengingatkan bagaimana perang modern terjadi belakang ini. Di mana negara berkuasa melakukan adu domba terhada negara-negara lemah.

"Seperti kasus Timor Leste, Australia merupakan negara pertama yang mendukung Timor Leste bergabung dengan Indonesia, tetapi dia juga negara pertama yang dukung Timor Leste melepaskan diri dri Indonesia. Hal ini karena ada kandungan minyak bumi dan gas di negara tersebut yang ingin dikuasai Australia. Kalian tahu siapa yang beri informasi ini ke saya, dia merupakan penasihat Presiden Timor Leste," tuturnya.

Gatot pun mengingatkan peran penting pemuda Indonesia. Ia berharap kelak nanti informasi yang diberikan dapat disebarkan ke mahasiswa lain.

"Karena ujung tombak bangsa ini merupakan kalian," tutupnya. (edo)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar