Krisis Keuangan, Wanita Ini Jadikan Bandara Tempat Tinggal

Krisis Keuangan, Wanita Ini Jadikan Bandara Tempat Tinggal

Masyarakat memanfaatkan bandara sebagai tempat tinggal. (Lianhe Wanbao/AsiOne)

Sabtu, 7 Januari 2017 | 10:37

Analisadaily - Bandar Udara (Bandara) selama ini diketahui sebagai lokasi yang hanya disinggahi oleh orang-orang yang datang maupun pergi ke suatu tempat menggunakan pesawat terbang.

Berbeda dengan seorang wanita di Bandara Internasional Changi Singapura. Dilansir dari Asia One, Sabtu (7/1), seorang wanita yang tidak disebutkan namanya ini menjadikan bandara sebagai tempat tinggal.

Saat diwawancarai salah satu media asing, wanita berusia 50 tahun ini mengaku telah tinggal di Bandara Changi selama delapan tahun terakhir. Hal ini dilakukannya karena masalah ekonomi dan putus asa.

Wanita ini menyebut dirinya terkena krisis keuangan pada tahun 2008 lalu. Kemudian ia putus asa. Awalnya ia menginap di bandara hanya beberapa malam, keputusasaan membuatnya terus bertahan hingga saat ini.

Menurutnya, bandara menjadi tempat yang aman untuk dijadikan tempat tinggal. Karena ada super market, AC, kamar mandi dan Wi-Fi gratis. Barang-barang pribadinya diletakkan di dalam satu troli.

"Saya sempat memiliki apartemen kecil dengan dua kamar berukuran kecil. Saya jual, untuk membuat hidup lebih mudah dan pindah ke mari (bandara)," katanya.

Pihak Changi Airport Group sebenarnya mengetahui hal tersebut, mereka akan mengambil tindakan agar hal-hal seperti itu tidak terjadi. Persolan tersebut tidak hanya dilakukan seorang wanita, melainkan ada juga beberapa orang yang memanfaatkan bandara sebagai tempat tinggal.

"Kami akan bekerja sama dengan lembaga seperti Departemen Sosial dan Pembangunan Keluarga, serta Pusat Layanan Keluarga, untuk menemukan cara terbaik membantu mereka," pernyataan pihak bandara.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar