Krisis Air, LAPK: Merugikan Pelanggan

Krisis Air, LAPK: Merugikan Pelanggan

Masyarakat berbondong-bondong mengambil air bersih di Kantor Cabang Pembantu PDAM Tirtanadi Medan Denai, Selasa (24/10)

(aa/csp)

Selasa, 24 Oktober 2017 | 15:37

Analisadaily (Medan) - Masyarakat Kota Medan mengeluh karena air dari PDAM Tirtanadi beberapa hari terakhir mati karena terjadi kebocoran pipa. Sejumlah kawasan pun terdampak, seperti Kecamatan Medan Johor, Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, dan lainnya.

Bahkan, pantauan Analisadaily.com, warga yang tinggal di Jalan A.R. Hakim, Medan, berduyun-duyun mengambil air bersih di Kantor Cabang Pembantu PDAM Tirtanadi Medan Denai, Selasa (24/10) pagi.

Menanggapi krisis air ini, Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi mengatakan, tentu ini sangat merugikan pelanggan.

“Belum lagi pelayanan PDAM Tirtanadi dinilai masih buruk. Tentu ini semakin membuat pelanggan menderita," ujar Padian Adi.

Meski PDAM Tirtanadi sudah memberikan alasan tentang masalah ini, tapi jangan langsung menganggap masalah sudah selesai.

"Atas krisis ini maka mereka jangan hanya mengandalkan mobil tangki miliknya untuk menyuplai air kepada pelanggan. Andalkan juga mobil yang lain karena ini sepenuhnya mengenai kebutuhan pelanggan," tegasnya.

Masyarakat berbondong-bondong mengambil air bersih di Kantor Cabang Pembantu PDAM Tirtanadi Medan Denai, Selasa (24/10)

Masyarakat berbondong-bondong mengambil air bersih di Kantor Cabang Pembantu PDAM Tirtanadi Medan Denai, Selasa (24/10)

Oleh karena itu, LAPK mendesak agar tagihan air pelanggan yang harus dibayar bulan depan dikurangi. "Ini bentuk kompensasi yang wajib karena mereka gagal memberikan standar pelayanan dan mutu kepada pelanggan. Ini resiko yang harus diterima," tandasnya.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar