KPU Sumut: Jumlah DPTHP-2 Bertambah dari Sebelumnya

KPU Sumut: Jumlah DPTHP-2 Bertambah dari Sebelumnya

Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (17/11)

(jw/csp)

Sabtu, 17 November 2018 | 12:50

Analisadaily (Medan) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara mengubah jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 setelah melalui proses perbaikan tahap kedua. Pada tahap pertama, jumlah pemilih ditetapkan sebanyak 9.378.134 orang. 

"Dalam rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) angka itu berubah menjadi 9.833.428. Pemilu 2014, angka partisipasi pemilih di Sumatra Utara hanya berkisar 69 persen, tidak mencapai target nasional yang sebanyak 75 persen. Namun, Pemilu 2019, kami menargetkan mencapai 77.5 persen," kata ketua KPU Sumut,  Yulhasni, Sabtu (17/11).

Menurutnya, KPU Sumut sudah membuktikan itu saat Pilgub 2018 lalu. Mereka melakukan pencoretan terhadap lebih dari 400 ribu pemilih yang tidak memenuhi syarat atau penyebab lain yang tidak sesuai aturan.

Sebelumnya, DPT Kota Medan sekitar 1.9 juta dan setelah pembersihan itu dilakukan, jumlahnya menyusut menjadi sekitar 1.5 juta pemilih.

"Setelah hal ini dilakukan, angka partisipasi pemilih mengalami kenaikan menjadi 64 persen dari sekitar 46 persen di Pilgub sebelumnya. Jadi, pembersihan data pemilih secara signifikan meningkatkan angka partisipasi pemilih, selain dari kegiatan sosialisasi," terang Yulhasni.

Komisioner KPU Sumut Herdensi Adnin menjelaskan, untuk potensi data ganda, setelah dicermati banyak nama yang dicoret. Dianggap tidak memenuhi syarat karena tercantum lebih dari satu kali. Dengan begitu, jumlahnya menyusut menjadi 34.797.

"Adapun untuk data anomali, KPU melakukan perbaikan. Data identitas pemilih yang mengalami kesalahan nama, Nomor Induk Kependudukan dan sebagainya, diperbaiki hingga benar. Adapun data jumlah pemilih anomali yang diperbaiki sebanyak 47.021 orang," jelasnya.

"Tidak semua data anomali dapat diperbaiki KPU karena setelah verifikasi faktual, banyak dari data mereka yang sudah sesuai dalam KTP elektronik," pungkas Herdensi.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar