KPU Kota Medan Sudah Terima 80 Persen Logistik Pemilu 2019

KPU Kota Medan Sudah Terima 80 Persen Logistik Pemilu 2019

Ketua KPU Kota Medan, Agussyah R. Damanik

(jw/eal)

Kamis, 6 Desember 2018 | 13:51

Analisadaily (Medan) - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, logistik pemilu sudah tiba di gudang eks kargo Bandara Polonia, Medan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Agussyah R. Damanik, mengatakan bahwa hari Rabu (5/11) kemarin ada sekitar 80% logistik Pemilu 2019 yang sudah tiba di Kota Medan.

"Semalam ada sekitar 80% yang sudah sampai di gudang logistik dan saat ini masih disimpan di eks kargo Bandar Polonia. Kita tinggal menunggu 20% lagi yang belum sampai," kata Agus, Kamis (6/12).

Agus menjelaskan bahwa terdapat dua jenis pengadaan logistik Pemilu 2019, yakni pengadaan oleh KPU RI dan pengadaan oleh KPU Medan. Pengadaan logistik oleh KPU RI meliputi kotak suara, bilik suara, tinta dan segel. Sementara logistik lainnya seperti karet, paku, bantalan serta perlengkapan TPS diadakan oleh KPU Medan.

"Artinya KPU Medan untuk pengadaan yang sifatnya perlengkapan-perlengkapan saja," jelasnya.

Menurutnya logistik dari KPU RI yang sudah mereka terima yakni 31.292 kotak suara, 22.599 bilik suara, 12.698 tinta dan 175.000 segel.

"Dari jumlah ini masing-masing item masih memiliki kekurangan jumlah dari yang dibutuhkan di Kota Medan. Jumlah kebutuhan kotak suara sekitar 32.275 buah sehingga kurang sekitar 983, kemudian kebutuhan bilik suara sekitar 23.239 hingga masih kurang 640, kemudian kebutuhan tinta sebanyak 12.784 sehingga masih kurang 86," ungkapnya.

"Yang terbanyak itu kebutuhan segel yang dibutuhkan 661.162 sehingga masih kurang sekitar 486.162," sambung Agussyah.

Menurut Agus, kekurangan-kekurangan logistik itu akan diupayakan selesai sebelum akhir tahun 2018. Sebab jumlah ini masih berpotensi bertambah mengingat proses pembaharuan data pemilih juga masih berlangsungnya.

"Jumlah logistik ini masih mungkin bertambah, mengingat masih ada kemungkinan TPS bertambah karena hingga saat ini masih penyempurnaan DPTHP. Nah setelah ditetapkan mungkin sekitar pertengahan Desember 2018 mendatang, disitu akan terlihat berapa logistik yang masih dibutuhkan. Khusus pengadaan logistik yang bertambah ini, pengadaannya tahun 2019," ujarnya.

Agussyah menambahkan bahwa untuk mengamankan logistik yang berada di gudang eks kargo Bandar Polonia, pihaknya bekerja sama dengan TNI-Polri untuk penjagaan.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, logistik tersebut dijaga ketat oleh pihak keamanan baik dari TNI maupun Polri," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar