KPK Minta Ferry Suando Kaban Menyerahkan Diri

KPK Minta Ferry Suando Kaban Menyerahkan Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK

(rel/csp)

Selasa, 27 November 2018 | 16:42

Analisadaily (Jakarta) - Dari 38 orang Anggota DPRD Sumatera Utara yang ditingkatkan ke proses Penyidikan sebagai tersangka sejak April 2018, telah dilakukan penahanan terhadap 35 orang.

Penyidikan untuk 12 orang tersangka diantaranya telah selesai sehingga telah dilimpahkan pada jaksa penuntut umum. Lima di antaranya telah mulai didakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta. Secara bertahap yg lain juga akan diproses.

Juru bicara Komisi Pembertasan Korupsi, Febri Diansyah mengatakan, selain itu KPK telah memasukkan 1 orang bernama Ferry Suando Tanuray Kaban ke daftar pencarian orang dan terus melakukan penyisiran terkait posisinya.

“KPK kembali mengingatkan agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri. KPK telah mendatangi pihak keluarga. Saat itu keluarga menyampaikan pada tim, tidak ada komunikasi antara tersangka dengan keluarga,” kata Febri, Selasa (27/11).

“Kami perlu mengingatkan, jika ada pihak-pihak tertentu yang menyembunyikan informasi dan keberadaan seorang DPO atau memberikan keterangan palsu terkait hal tersebut maka ada resiko pidana untuk perbuatan itu, yaitu di Pasal 21 atau Pasal 22 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana paling sedikit 3 tahun hingga 12 tahun.”

Tidak Kooperatif

Febri menambahkan, tuntutan terhadap pelaku yang tidak koperatif dan melarikan diri dipastikan akan lebih tinggi dibanding pelaku lain yang koperatif. Perlu diingat ancaman pidana untuk penerimaan suap adalah 4 sampai 20 tahun penjara.

Tidak ada gunanya melarikan diri dari proses hukum, karena lambat atau cepat pasti akan ditemukan. KPK terus melakukan pencarian keberadaan tersangka dengan bantuan Polri dan masyarakat setempat.

“Justru jika FST terus melarikan diri maka hal tersebut akan menjadi beban bagi dirinya sendiri dan juga keluarga. Sehingga kami ingatkan kembali agar ybs koperatif dan menyerahkan diri pada KPK,” tambah Febri.

Pada Oktober lalu komisi anti rasuah tersebut juga sudah mengingatkan agar Ferry segera menyerahkan diri, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memenuhi peringatan itu.

Koperatif

Dalam proses berjalan, 1 orang tersangka, yakni Sopar Siburian telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator pada Penyidik. Pengajuan sedang dalam proses pertimbangan. Pada dasarkanya KPK menghargai pengajuan JC tersebut.

Karena, sambungnya, SSN selama proses hukum ini cukup koperatif dan telah mengembalikan uang yang diduga pernah ia terima sebesar Rp202.500.000. Sedangkan sejumlah anggota DPRD lain telah mengembalikan uang dengan total sekitar Rp7.656.500.000.

“Sikap koperatif ini pasti akan kami pertimbangkan sebagai alasan meringankan dalam proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar