Kota Medan Miliki Jalur Pedestrian Baru Sepanjang 1.259,6 Meter

Kota Medan Miliki Jalur Pedestrian Baru Sepanjang 1.259,6 Meter

Pedestrian di Kota Medan

(rzp/eal)

Selasa, 8 Januari 2019 | 12:02

Analisadaily (Medan) - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan membangun jalur pedestrian (troatoar) sepanjang 1.259,6 meter di sejumlah titik. Pembangunan pedestrian iuntuk memberikan kenyamanan sekaligus melindungi pejalan kaki dari kenderaan-kenderaan yang melintas.

Ada lima segmen pembangunan pedestrian yang dilakukan, segmen pertama trotoar seputaran Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman sepanjang 495 meter. Segmen kedua pembangunan trotoar di kawasan Taman Beringin, Jalan Sudirman/Jalan Cik Ditiro sepanjang 257,7 meter.

Segmen ketiga Taman Segitiga sepanjang 168,9 meter, lalu segmen keempat pembangunan jalur pedestrian di Jalan Cik Ditiro sampai Jalan Uskup Agung sepanjang 231 meter, dan segmen kelima yakni pembangunan jalur pedestrian Jalan Uskup Agung sampai Jalan Diponegoro sepanjang 143 meter.

Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, total panjang pembangunan jalur pedestrian yang dilakukan tahun 2018 sepanjang 1259,6 meter. Sedangkan lebarnya bervariasi, mulai 2-4 meter, tergantung dari kondisi jalan masing-masing.

"Dengan kehadiran pedestrian ini, kita harapkan masyarakat pejalan kaki merasa aman dan nyaman ketika melintasinya," kata Khairul, Selasa (8/1).

Guna memberikan kenyamanan sekaligus mendukung keindahan estetika kota, jalur pedestrian yang dibangun menggunakan campuran batu alam, batu guli dan kerikil. Di samping itu juga jalur pedestrian yang dibangun, sangat ramah bagi para penyandang disabilitas.

"Jalur pedestrian yang dibangun ini tengahnya kita pasang guiding block bewarna kuning, berfungsi sebagai jalur penuntun dan petunjuk bagi para penyandang disabilitas, khususnya tunanetra," jelasnya.

Pedestrian di Kota Medan

Pedestrian di Kota Medan

Pembangunan jalur pedestrian dilakukan selama tiga bulan, mulai September sampai Desember 2018. Umumnya jalur pedestrian yang dibangun merupakan kawasan dengan volume kendaraan cukup tinggi, sehingga rentan terjadinya kecelakaan arus lalu-lintas.

"Dengan kehadiran jalur pedestrian ini, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan," ungkapnya.

Pasca selesainya pembangunan jalur pedestrian ini, Syahnan berharap agar fungsinya tetap menjadi jalur bagi masyarakat pejalan kaki. Oleh karenanya dia berharap agar OPD terkait untuk ikut menjaga dan mengawasi, sehingga tidak difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor maupun lapak berjualan pedagang kaki lima.

"Apabila fungsi pedestrian berubah, tentunya akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat pejalan kaki. Kehadiran jalur pedestrian ini melindungi hak-hak pejalan kaki," tegasnya.

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar