Korupsi Penerbitan Buku Nikah, Nurma Dihukum 1 Tahun Penjara

Korupsi Penerbitan Buku Nikah, Nurma Dihukum 1 Tahun Penjara

<span rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" arial,="" sans-serif;"="">Terdakwa, Nurma saat mendengarkan putusan dari Majelis Hakim di ruang cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/9)

Senin, 3 September 2018 | 18:33

Analisadaily (Medan) - Nurma, terdakwa kasus pengutipan biaya pada penerbitan buku nikah pasangan pengantin, dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Terdakwa dinyatakan bersalah oleh Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara, karena melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

“Menyikapi putusan Ketua Majelis di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/9), terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir,” kata Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum, Akbar Pramadhana menyebutkan, terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu pada Februari 2018.

Kasus ini bermula saat saksi Dedek Sumarna dan Juliani pada 5 Februari 2018 di kantor KUA Kecamatan Medan Belawan bertemu terdakwa untuk penerbitan buku nikah atas nama Suryani yang sudah melaksanakan pernikahan siri 29 Januari 2018 dengan Faisal.

Keduanya menanyakan berapa biaya pernikahan dan dijawab terdakwa biaya nikah dan penerbitan buku nikah sebesar Rp 700 ribu.

Kedua saksi memberitahukan kepada terdakwa, adiknya, Suryani dan suaminya, Faisal masing-masing telah pernah menikah dengan orang lain dan sudah bercerai.

Kedua saksi memohon kepada terdakwa memproses akad nikah atas nama Suryani dan faisal di KUA serta menerbitkan surat nikah dari KUA Kecamatan Medan Belawan.

Atas permohonan tersebut terdakwa bersedia membantu asalkan saksi Dedek Sumarna dan Juliani menyiapkan uang tunai Rp 2 juta. Sempat terjadi tawar menawar harga, namun terdakwa tidak mau jika biaya tersebut diturunkan lagi mengingat pasangan ini berstatus janda dan duda.

Dan, akhirnya saksi Dede Sumarna dan Juliani terpaksa menyetujui permintaan terdakwa sebesar Rp 2 juta dan disepakati untuk proses akad nikah di KUA Kecamatan Medan Belawan dan penyerahan buku nikah direncanakan pada Kamis 8 Februari 2018.

Selanjutnya, Rabu 14 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, Dedek Sumarna dan Juliani mendatangi terdakwa di KAU Kecamatan Medan Belawan sambil membawa amplop berisi uang Rp 2 juta.

Nurama mengatakan, untuk proses akad nikah dan penyerahan buku nikah bisa dilakukan pada hari ini juga di KUA Kecamatan Medan Belawan. Tiba-tiba datang petugas Kepolisian dan menangkap terdakwa berikut mengamankan barang bukti Uang Rp 2 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeladahan ditemukan uang sebesar Rp 4.2 juta di laci meja terdakwa yang ternyata sebelumnya terdakwa juga sudah melakukan hal yang sama. Petugas pun langsung membawanya untuk keperluan pemeriksaan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar