Korban Siklon Tropis Cempaka Bertambah

Korban Siklon Tropis Cempaka Bertambah

Siklon tropis cempaka. (BNPB/Istimewa/Sutopo Purwo Nugroho)

(csp/rzp)

Jumat, 1 Desember 2017 | 16:22

Analisadaily (Jawa Timur) - Pengaruh siklon tropis Cempaka menimbulkan curah hujan ekstrem. Dengan intensitas 383 milimeter per hari telah menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, 27-28 November 2017.

Akibatnya, jumlah korban bertambah. Data yang disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (1/12) pukul 06.00 WIB, warga di Pacitan yang meninggal dunia jadi 20 jiwa.

"14 korban longsor dan 6 korban banjir. Dari 20 korban meninggal, 11 sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Dan, tercatat 4 luka-luka," kata Sutopo, yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.

Saat ini, pengungsi sebanyak 1.879 orang terdapat di 8 titik, di antaranya Gedung Karya Darma 497 orang, Masjid Sirnoboyo 51 orang, gedung Muhammadiyah MDMC  51 orang.

Juga di Balai Desa Sumberharjo 32 orang, Balai Desa Bangunsar  16 orang, Balai Desa Cangkring 32 orang, MI Al Huda 150 orang, dan Balai Desa Sidomulyo 1.050 orang.

Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih terus dilakukan. Beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor di 7 kecamatan di Pacitan belum pulih.

Termasuk di Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Daerah yang paling parah adalah Kecamatan Pacitan.

Dalam upaya pencarian itu, 1.174 personil gabungan dikerahkan, seperti BPBD Pacitan, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, BPBD Magetan, Baznas Tanggap Darurat, ACT, Perhutani, SAR FKM Solo, LMI, dan para relawan.

(csp/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar