Korban Selamat Pembantaian di Mabar Dijaga Brimob

Korban Selamat Pembantaian di Mabar Dijaga Brimob

Kinara (4) masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Medan, Selasa (11/4)

(dgh/eal)

Selasa, 11 April 2017 | 21:31

Analisadaily (Medan) - Kondisi Kinara (4), bocah yang selamat dari pembantaian satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, berangsur-angsur pulih. Namun dia masih perlu perawatan intensif.

Apalagi, kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, AKBP Nyoman Eddy, kondisi psikologis anak tersebut masih dalam keadaan trauma.

"Kami akan memberikan pendampingan secara intensif kepada Kinara, baik secara medis maupun psikis," kata Nyoman, Selasa (11/4).

Kinara dirawat di Kamar Teratai 2 Rumah Sakit Bhayangkara, Medan. Kepala Rumah Sakit memastikan, pihaknya tidak membebaskan siapa saja yang mau berkunjung melihat Kinara.

Dari balik kaca kamar tempat Kinara dirawat, terlihat bocah itu tidur di kasur dengan kondisi masih diinfus.

"Maaf ya bang, gak bisa masuk. Anak ini sedang trauma. Kalau mau foto dari luar saja ya," kata salah seorang perawat.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Agus Andrianto mengatakan, pihaknya memberi penjagaan ketat terhadap Kinara.

"Kita tugaskan Brimob menjaganya," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution bersama SKPD-nya menjenguk Kinara. Setelah itu, Akhyar dicegat wartawan di pintu keluar.

Kepada awak media, Akhyar mengatakan seluruh biaya perobatan anak tersebut ditanggung Pemerintah Kota Medan.

"Seluruh biaya perobatan Kinara ditanggung Pemko Medan," ungkap Akhyar.

Sementara orang tua Riyanto, Wagiman (66), meminta polisi segera mengungkap pelaku pembunuhan keluarganya.

"Kami meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan anak dan cucu saya," harapnya.

Sehari sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, yang turun langsung ke TKP membenarkan ditemukan bekas sayatan di leher para korban tewas. Dan luka-luka sayatan di tubuh korban itu kemudian diperiksa lagi di Laboratorium Kriminal.

"Kita akan tangkap pelakunya, sabar ya," tandas Kapolda.

Lembaga Perlindungan Anak Kota Medan mendesak Polda Sumatera Utara agar menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni ketentuan pasal 340 dan 338 KUH Pidana junto pasal 80 Undang-Undang No. 23 tahun 2002 yang telah kedalam UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan UU No. 39 Tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Kami minta pelakunya nanti dikenakan pasal berlapis," pinta Ketua LPA Medan, Miswardi Batubara.

(dgh/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar