Konsisten Lestarikan Hutan Mangrove, Wibi Juara Konservasi Alam

Konsisten Lestarikan Hutan Mangrove, Wibi Juara Konservasi Alam

Wibi Nugraha

(eal)

Selasa, 2 Oktober 2018 | 16:37

Analisadaily (Deli Serdang) - Kegigihan dan kerja keras Wibi Nugraha dalam melestarikan hutan mangrove menjadikannya sebagai juara pertama wana lestari kader konservasi alam Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara 2018.

Wibi mengaku tidak menyangka dalam wana lestari kader konservasi alam dirinya keluar sebagai pemenang.

"Alhamdulillah Ya Allah atas nikmat-Nya dalam kegiatan kemah konservasi 2018 yang diselenggarakan oleh BBKSDA Sumatera Utara saya berhasil menjadi juara 1 terbaik kader konservasi 2018 se-Sumatera Utara," kata Wibi ketika ditemui Analisadaily.com di areal konservasi mangrove, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (2/10).

Dalam kesempatan tersebut, Wibi pun menyampaikan harapannya agar hutan mangrove benar-benar dijaga dan dirawat oleh semua pihak. Ayah dua anak ini juga meminta agar alih fungsi hutan mangrove segera dihentikan.

"Selangkah lagi menuju nasional. Prestasi ini ku persembahkan untuk kedua anak ku, Langit Biru Ramadhan dan Lembayung Senja Raya," ujarnya.

"Harapanku agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi hutan Indonesia dan memperhatikan para pejuang lingkungan hidup. Stop semua alih fungsi lahan hutan mangrove," imbau Wibi.

Wibi Nugraha

Wibi Nugraha

Wibi Nugraha tidak memiliki pekerjaan lain kecuali menanam mangrove dan membantu kelompok tani secara swadaya. Setiap hari dia menanam mangrove di pesisir pantai Sumatera Utara menggunakan sepeda motor tua.

Suami dari Wina Widya Astuti ini juga aktif mendampingi kelompok tani hutan di Aceh Utara, yakni kelompok tani rencong yang saat ini sedang berjuang mendapatkan legalitas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia agar bisa mengelola dan merehabilitasi hutan Desa Paya Bakong seluas 1.687 hektare.

"Saat ini perlahan-lahan kami sudah mulai melakukan penanaman pohon di hutan Aceh Utara. Kita juga mendampingi kelompok tani nipah di Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat untuk terus melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Kwala Serapuh seluas 242 hektare," pungkasnya.

(eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar