Klaim Menang, Gus Irawan Sebut Quick Count Banyak Abal-Abal

Klaim Menang, Gus Irawan Sebut Quick Count Banyak Abal-Abal

Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu (tengah)

(jw/eal)

Jumat, 19 April 2019 | 20:44

Analisadaily (Medan) - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, mengklaim bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 02 memenangi perolehan suara masyarakat di Sumut pada Pilpres yang berlangsung Rabu (17/4) kemarin.

Menurut Gus Irawan, hasil quick count sejumlah lembaga survei yang ditampilkan di stasiun televisi merupakan hasil quick count yang direkayasa demi kepentingan pasangannya capres-cawapres nomor urut 01.

"Saya mau katakan quick count yang tampil di banyak media itu adalah abal-abal, karena di dalam posisi quick count itu Sumut diberi kode basis merah, dinyatakan 02 kalah atau basis merah 01 menang," kata Gus Irawan di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Setiabudi, Medan, Jumat (19/4).

Bahkan, Gus menyebut dari fakta yang didapatnya, quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei terdapat kejanggalan.

"Saya tidak tahu berapa sampel mereka untuk Sumut dengan 42.649 TPS. Kami sudah mengumpulkan C1, dan dari C1 yang ada dari awal kami optimis menang dan ternyata dari real count-nya 02 menang di Sumatera Utara," ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Irawan menegaskan bahwa hasil quick count sejumlah lembaga survei yang telah memperlihatkan kemenangan pasangan nomor urut 01 dipatahkan dari hasil real count yang dilakukan oleh relawan Prabowo-Sandi di Sumut.

"Artinya itu membantah quick count dari banyak lembaga-lembaga survei dan angkanya jauh. Menurut hasil quick count Sumut disebut hanya mendapatkan 42,38 persen. Tapi dari data di setiap TPS, Sumut 02 menang dengan persentase 60 persen," tegasnya.

Gus Irawan juga memaparkan bahwa BPN Sumut menemukan banyak keganjilan-keganjilan atau kecurangan yang terjadi. Untuk itu pihaknya akan mengambil sikap khusus terkait kecurangan tersebut.

"Banyak sekali sedang kami himpun, saya kira ini adalah Pemilu terburuk sepanjang yang pernah saya tahu. Kita malu anak bangsa di luar negeri semuanya ribut. Kita proses dulu di daerah nanti pada akhirnya ini akan disampaikan ke BPN pusat. Nanti barang kali BPN akan secara nasional ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPPU)," ungkapnya.

"Bukan indikasi tetapi banyak sekali kecurangan, sudah dari awal proses Pemilu ini kita terus dicurangi. Bahkan penyelenggara, wasit turut main, aparat ikut main, ASN tidak netral, bahkan uang-uangnya dari para ASN itu juga," ujar Gus.

Oleh karena itu, Gus Irawan menyampaikan pesan kepada penyelenggara Pemilu agar tidak lagi melakukan tindakan-tindakan yang menurutnya berpihak setelah Pemilu 2019 berlangsung.

"Saya berharap ini bagaimanapun akhirnya, kita berharap ini proses harus berjalan sebagaimana seharusnya. Penyelenggara sudah lah yang lalu-lalu yang sudah lewat. Sekarang ini kan amanah rakyat. Kalau kemarin dengan cara apa mereka lakukan mempengaruhi rakyat untuk memilih mau itu dengan bujuk rayu dengan uang dengan sembako, itu cara mereka lah. Sekarang rakyat sudah menjatuhkan pilihan. Penyelenggara harus menjaga amanat rakyat ini supaya tidak boleh satu pun suara rakyat itu disalahgunakan," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar