Kisruh Kepemimpinan Doli Kurnia: Segera Gelar Musda Golkar Sumut

Kisruh Kepemimpinan Doli Kurnia: Segera Gelar Musda Golkar Sumut

Sahlul Umur Situmeang.

Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:18

Analisadaily (Sibolga) - Kisruh Partai Golkar Sumut belum juga mereda. Saling serang komentar antar kader partai politik berlambang beringin itu makin meluas. Pada Selasa (16/10) pekan lalu, seorang kader senior Golkar Sumut, Wagirin Arman, menyikapi komentar Sahlul Umur Situmeang yang dibuang Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, dalam kepengurusan partai.

Menurut Wagirin, kader yang tak masuk kepengurusan Golkar Sumut hasil revitalisasi 10 Oktober 2018 harus evaluasi diri. Atas pernyataan Ketua DPRD Sumut itu, Sahlul Umur Situmeang menegaskan, Wagirin Arman sangat paham sosok Sahlul Umur Situmeang.

"Pak Wagirin tahu betul siapa saya, dan saya juga tahu betul siapa Pak Wagirin itu," kata Sahlul di Sibolga, Selasa (22/10).

Sementara pada Sabtu (20/10) pekan lalu juga, pada peringatan HUT Golkar, mantan Ketum Golkar Akbar Tandjung di Medan menilai Golkar Sumut sudah berada di rel yang tepat. Bahkan Akbar Tandjung menyebut Golkar Sumut di bawah Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia sudah melaksanakan AD/ART dengan benar.

Namun Sahlul Umur Situmeang mengutarakan hal lain. Sahlul menyebut Akbar Tandjung sebagai senior yang dihormatinya.

"Pak Akbar senior yang kami hormati dan saya pribadi membanggakan beliau. Tapi jangan sampai sosok yang kami hormati diperalat saudara Ahmad Doli untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," ujar Sahlul yang juga mantan Ketua DPRD Sibolga.

Sahlul menepis anggapan bahwa Golkar Sumut telah menjalankan AD/ART dalam melakukan revitalisasi pengurus. Sahlul pun menguraikan dugaan kesalahan-kesalahan yang dilakukan Ahmad Doli Kurnia selama menjadi Plt Ketua Golkar Sumut.

"Pertama, melakukan revitalisasai tidak sesuai mekanisme dan melanggar AD/ART," ungkap Sahlul.

Kedua, Ahmad Doli membuat keputusan yang dianggap mbalelo kepada DPP Partai Golkar, khususnya dalam hal Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin.

"DPP sudah menginstruksikan Golkar berada dalam TKD Jokowi-Maruf. Namun Ahmad Doli malah membentuk tim sendiri. Bahkan saat pelantikan TKD Jokowi-Maruf Sumut di Hotel Polonia akhir pekan kemarin, ada indikasi bahwa kader Golkar Sumut tak bersedia hadir dan dilantik. Bahkan Doli pun tak hadir di pelantikan itu padahal dia berada di Medan. Inikah yang dianggap sudah berada di relnya?" tandas Sahlul.

Tak hanya itu, Sahlul juga membeberkan bahwa Rapimda yang dilaksanakan beberapa DPD Golkar kabupaten/kota di Sumut terindikasi tidak fair dan untuk kepentingan pribadi Ahmad Doli Kurnia. Sahlul mencontohkan Rapimda Golkar Binjai yang hanya menetapkan Ahmad Doli Kurnia satu-satunya Caleg DPR RI yang didukung Golkar Binjai.

"Bukan cuma Doli yang menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumut III. Di dapil itu ada nama-nama seperti Anton Sihombing, Deli Pratiwi Sitepu bahkan Ali Wongso. Kok cuma menetapkan Ahmad Doli?" papar Sahlul.

Untuk itu, Sahlul meminta Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumut dipercepat.

"Kita minta segera gelar Musda untuk mencari Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Apalagi Golkar Sumut periode ini sudah akan berakhir pada 2019," papar Sahlul.

Sahlul menekankan pentingnya Musda demi menjaga elektabilitas Partai Golkar di Pemilu 2019.

"Jika dibiarkan begini terus kami khawatir akan berdampak pada suara Golkar dan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019," tukas Sahlul.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar