Ketua PWI Sumut Apresiasi Peluncuran Buku 'Kemilau Warisan Budaya Aceh'

Ketua PWI Sumut Apresiasi Peluncuran Buku 'Kemilau Warisan Budaya Aceh'

H. Harun Keuchik Leumiek menyerahkan buku kepada Ketua PWI Sumut, H. Hermansjah, Sabtu (23/4).

(aa/eal)

Sabtu, 23 April 2016 | 20:49

Analisadaily (Medan) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PWI Sumut), H. Hermansjah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas peluncuran buku 'Kemilau Warisan Budaya Aceh' karya H. Harun Keuchik Leumiek, Penasihat PWI Provinsi Aceh yang juga Kepala Perwakilan Harian Analisa di Banda Aceh.

"Karya kedelapan buku H. Harun Keuchik Leumiek ini menambah deretan koleksi buku yang ditulis wartawan anggota PWI dan diharapkan menjadi warisan yang berharga bagi keragaman serta kemajuan budaya daerah di Indonesia," kata Hermansjah pada peluncuran buku tersebut di Restoran JM Bariani House Jalan Gagak Hitam/Ringroad Medan, Sabtu (23/4).

Hadir saat itu, Plt Gubsu diwakili Staf Ahli, Aspan Sofyan, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Pemimpin Redaksi Harian Analisa, H Sofyan, Pemimpin Perusahaan Harian Analisa, Sujito Sukirman, Konsul Jenderal Malaysia, Amizal Fadzli Razal, Guru Besar Unimed, Prof. Dr. H. Usman Pelly dan mantan Rektor USU, Prof. Dr. T Hanafiah.

Juga hadir Sekretaris Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Muhammad Syahrir bersama Bendahara, H Baharuddin, Bendahara PWI Sumut, Zul Anwar Ali Marbun, sejumlah tokoh masyarakat Aceh diantaranya Usman Ismail, Bustami, Rajali Rahimun, editor buku Nab Bahany As, istri dan anak-anak H Harun Keuchik Leumiek, serta undangan lainnya.

Peluncuran buku 'Kemilau Warisan Budaya Aceh' yang dipandu Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Sumut yang juga Sekretaris Redaksi Harian Analisa, War Djamil, ditandai penyerahan buku kepada undangan yang hadir, termasuk kepada istri dan anak-anak H. Harun Keuchik Leumiek.

Buku yang dicetak luks setebal 381 halaman itu memaparkan keberadaan perhiasan dan benda-benda seni kerajinan tradisional Aceh sebanyak 250 jenis yang kini sudah tergolong langka. Benda-benda seni tersebut sekaligus menjadi koleksi museum pribadi H. Harun Keuchik Leumiek yang juga dikenal sebagai pengusaha toko emas, permata dan souvenir di Kota Banda Aceh.

(aa/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar