Ketua Bawaslu Sumut: Banyak Paket Penipuan Dengan Modus Ekonomi

Ketua Bawaslu Sumut: Banyak Paket Penipuan Dengan Modus Ekonomi

Ketua Bawaslu Sumatera Utara, Syafrida R. Rasahan, saat menerima paket asal Cina

(jw/eal)

Senin, 24 September 2018 | 19:44

Analisadaily (Medan) - Paket asal Guangzhou, Provinsi Guangdong, Cina, yang diterima oleh Ketua Bawaslu Sumatera Utara, Syafrida R. Rasahan, beberapa hari lalu ternyata hanya berisi perlengkapan rumah tangga.

"Jadi nama barang yang dikirim sama saya itu tertulis di paket adalah warehouse seperti perlengkapan rumah tangga gitu," kata Syafrida kepada Analisadaily.com, Senin (24/9).

Syafrida mengungkapkan saat menerima paket yang diantar kurir tersebut, dirinya sempat tidak berani membuka.

"Jadi saat diterima saya belum buka isinya karena langsung kita buat pengaduan ke polisi dan langsung saya serahkan ke polisi," ungkapnya.

"Saat saya terima paket itu, saya panggil kurirnya dan saya kasih paket itu kembali karena saya tidak ada memesan barang itukan. Dan polisi juga masih memintai keterangan dari kurir itu," jelasnya.

Syafrida juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika menerima kiriman paket. Karena menurutnya pengiriman seperti itu adalah penipuan dengan modus ekonomi.

"Saya menekankan bahwa itu penipuan dengan modus ekonomi. Dari paket yang saya terima itu harganya lebih kurang Rp 300.000 sama ongkir. Saya beranggapan ke arah situ. Kalau untuk barang berbahaya mungkin tidak, karena dari pengakuan kurir itu barangnya banyak yang berupa sepatu, cincin, jam dan yang lain," tegasnya.

Menurutnya paket tersebut bisa ditolak dengan jaminan fotocopy KTP.

"Sebenarnya kalau tidak saya terima bisa, tapi kurirnya minta fotocopy KTP. Karena itu untuk laporan mereka ke distributornya. Nah, fotocopy KTP itu untuk apa, jadi tanda tanya juga bagi kita kan," pungkasnya.

Untuk diketahui, paket tersebut dikirim oleh pengirim atas nama Tang Lie dari Guangzhou, Guangdong, Cina. Pengiriman paket itu sempat viral di media sosial karena juga beredar di sebagian wilayah Indonesia. Ada informasi di media sosial yang mengatakan bahwa paket tersebut berisi narkoba.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar