Ketidakdisiplinan Penyebab Kecelakaan di Jalur Kereta Api

Ketidakdisiplinan Penyebab Kecelakaan di Jalur Kereta Api

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M. Ilud Siregar saat memberikan keterangan, Jumat (28/6)

(rzp/csp)

Jumat, 28 Juni 2019 | 11:13

Analisadaily (Medan) - Penyebab terjadinya kecelakaan di palang pintu perlintasan serta di ruang manfaat jalur kereta api, kebanyakan disebabkan pengguna jalan masih tidak disiplin dalam melewati perlintasan.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M. Ilud Siregar mengatakan, ketidakdisiplinan itu antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati, atau kurang waspada.

"Juga ada yang melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak tengok kanan-kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemilik, serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api," kata Ilud, Jumat (28/6).

Diungkapkannya, pada Sabtu (22/6) pukul 12.35 WIB di KM 41 + 200 lintas Tebing tinggi-Siantar petak jalan Siantar-Dolok Merangir KA Barang Nomor 2801 tertemper truk kontainer dan di KM 3 + 400 Lintas Medan-Belawan Petak jalan Medan-Pulu Brayan KA Barang Nomor 2801 tertemper sebuah angkutan kendaraan becak pukul 17.55 WIB.

Kemudian pada Kamis (27/6) pukul 09.23 WIB di lokasi KM 1 + 700 lintas Medan-Bandara Kuala Namu petak jalan Medan-Bandar Khalifah, Kereta Api Bandara U9 tertemper orang tak dikenal. Untuk kerusakan dan kerugian masih dalam pemeriksaan dan perhitungan oleh tim sarana dan unit terkait.

"Selanjutnya terjadi kelambatan perjalanan kereta api terkait beberapa kejadian tersebut," ujarnya.

Ilud menyebut, mulai Januari hingga Mei 2019 sudah terjadi 41 kali kejadian kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api.

"Rinciannya, 21 kali kejadian di perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi, 13 kali kejadian pejalan kaki dan 7 kali kejadian hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api," sebutnya.

Ilud mengungkapkan, pihaknya mengimbau perlunya peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api.

Peran serta seperti mentaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api.

"Juga tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api, serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api," imbaunya.

Perlu diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dan dalam Pasal 38 menyatakan: "Ruang Manfaat Jalur Kereta Api diperuntukan bagi pengoperasian Kereta Api dan merupakan daerah yang tertutup untuk Umum."

Dalam pasal 181 Undang-Undang 23 Tahun 2007 menyatakan: "Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakan, meletakan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api."

Sebagaimana Pasal 199 Undang-Undang 23 Tahun 2007, pelanggaran terhadap Pasal 181 diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda Paling banyak Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar