Kesadaran Masyarakat Terhadap Keselamatan Perkeretaapian Sangat Diperlukan

Kesadaran Masyarakat Terhadap Keselamatan Perkeretaapian Sangat Diperlukan

Kereta api.

(rel/rzd)

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:22

Analisadaily (Medan) - Masih tidak disiplinnya masyarakat dan pengguna jalan dalam melewati perlintasan menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di palang pintu perlintasan serta di ruang manfaat jalur kereta api.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M. Ilud Siregar mengatakan, ketidakdisiplinan itu antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, juga melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati, bahkan kurang waspada.

“Banyak juga melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak tengok kanan-kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya, serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api,” kata Ilud, Minggu (16/6).

Ilud menyebut, pada pukul 14.00 WIB di KM 6 + 100 lintas Medan-Belawan petak jalan Pulu Brayan-Labuhanm seorang anak laki-laki usia kurang lebih 10 tahun terserempet KA ULL3.

Diungkapkannya, dari data mulai bulan Januari hingga bulan April 2019 sudah terjadi 29 kali kejadian kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api.

“Kemudian16 kali kejadian di perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi, 10 kali kejadian pejalan kaki dan 3 kali kejadian hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api,” ungkapnya.

Ilud mengatakan, pihaknya mengimbau perlunya peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api.

Peran serta seperti mentaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api.

"Juga tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api," imbaunya.

Perlu diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dan dalam Pasal 38 menyatakan: "Ruang Mamfaat Jalur Kereta Api diperuntukan bagi pengoperasian Kereta Api dan merupakan daerah yang tertutup untuk Umum."

Dalam pasal 181 Undang-Undang 23 Tahun 2007 menyatakan: "Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakan, meletakan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api."

Sebagaimana Pasal 199 Undang-Undang 23 Tahun 2007, pelanggaran terhadap Pasal 181 diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda Paling banyak Rp. 15.000.000,- (lima belas juta Rupiah).

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar