Keripik Jamur Tahi Sapi Tidak Ditemukan di Sumut

Keripik Jamur Tahi Sapi Tidak Ditemukan di Sumut

Kepala BBPOM Medan, Sacramento Tarigan

(jw/eal)

Selasa, 31 Oktober 2017 | 21:42

Analisadaily (Medan) - Terkait beredarnya produk keripik jamur yang bisa menyebabkan efek halusinasi bagi orang yang mengkonsumsi, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengaku belum menemukan produk tersebut di Sumatera Utara.

"Sampai saat ini kripik jamur tahi sapi yang menyebabkan efek halusinasi belum kita temukan di Sumut," kata Kepala BBPOM Medan, Sacramento Tarigan, kepada Analisadaily.com, Selasa (31/10).

Sacramento menjelaskan, jamur psilosibin dapat tumbuh secara alami di kotoran hewan, lumut, ranting atau kayu yang busuk.

"Mengingat jamur itu tumbuh di kotoran hewan, maka dikenal sebagai jamur tahi sapi," jelasnya.

Lebih lanjut, Sacramento menjelaskan bahwa jamur tahi sapi juga pernah heboh di era 1990-an. Saat itu masyarakat mengkonsumsi jamur tersebut dengan mencampurkan telur, kemudian diolah dan dikonsumsi.

"Pas di tahun 90-an sewaktu saya di Bali, ada turis yang pecandu narkoba membuat jamur itu dengan mencampurinya telur. Itu namanya blue omlet yang bisa membuat halusinasi," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini BBPOM sedang mendalami kasus tersebut meski belum ditemukan beredarnya produk jamur tahu sapi di Sumut.

"Apabila nantinya ada ditemukan, maka akan kita tindaklanjuti. Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar bijak memilih makanan untuk dikonsumsi," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar