Kepsek SMP Budi Utomo Labusel Dihukum 2 Tahun

Kepsek SMP Budi Utomo Labusel Dihukum 2 Tahun

Kepala Sekolah SMP Swasta Budi Utomo, Cikampak, Labuhanbatu Selatan, Yayuk Suprapti menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (1/2).

(ns/rzd)

Senin, 1 Februari 2016 | 15:54

Analisadaily (Medan) - Kepala Sekolah SMP Swasta Budi Utomo, Cikampak, Labuhanbatu Selatan, Yayuk Suprapti, dihukum dua tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada pembangunan rehabilitasi gedung di sekolah tersebut.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Didik Setyo Handoko, juga menghukum terdakwa agar membayar denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Hakim juga membebankan uang pengganti (UP) Rp 177 juta kepada terdakwa.

“Apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk mengganti kerugian negara, terdakwa dihukum dengan 3 bulan penjara,” kata Didik di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/2).

Menanggapi putusan, Yayuk menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rizky Dermawan. Hakim menjerat terdakwa Yayuk dengan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah pada UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat ke 1 ke-1 KUHPidana (dakwaan subsider JPU).

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara. JPU juga membebankan denda kepada Yayuk Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Untuk UP, JPU sama dengan hakim membebankan Rp 177 juta subsider 3 tahun enam bulan kurungan.

Kasus ini bermula pada 2012. Saat itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan anggaran ke SMP Swasta Budi Utomo, Cikampak, Labusel sebesar Rp 360 juta untuk rehabilitasi/perbaikan 10 kelas.

Pengerjaannya harus diselesaikan selama 90 hari kalender. Dalam prosesnya, terjadi penyelewengan dana. Sesuai audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara terjadi kerugian negara sebesar Rp 177 juta.

(ns/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar