Kepala Pasar Marelan Bantah Adanya Kutipan di Luar Ketentuan

Kepala Pasar Marelan Bantah Adanya Kutipan di Luar Ketentuan

Kepala Pasar (Kapas) Marelan, M. Din Tarigan, didampingi Kepala Cabang (Kacab) III PD Pasar, Ismail Pardede.

(rel/rzd)

Rabu, 13 Februari 2019 | 18:57

Analisadaily (Medan) - Kepala Pasar (Kapas) Marelan, M. Din Tarigan, membantah tudingan sekelompok pedagang mengatakan pihaknya melakukan pengutipan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan.

"Tudingan pengutipan Rp 5.000 yang dihembuskan sekelompok pedagang, tidak benar. Kami kutip hanya Rp 3.600, dengan rincian uang kebersihan Rp 1.600 dan untuk jaga malam Rp 2.000.‎ Kalau memang ada petugas kami yang mengutip lebih dari itu, jelas pungutan liar (Pungli). Silakan lapor polisi atau kepada saya," tegas Din, didampingi Kepala Cabang (Kacab) III PD Pasar, Ismail Pardede, Rabu (13/2).

Dijelaskannya, pengutipan tersebut selalu disertai bukti berupa karcis yang diberikan kepada pedagang. Di dalam karcis itu tertera berapa jumlah yang harus dibayarkan. Namun, mungking karena sibuk, bisa saja karcis itu ‎terbuang.

Din juga menyebut, kutipan tersebut bagi pedagang yang berjualan di halaman gedung pasar. Mereka ditempatkan sementara di tenda-tenda, dan hanya khusus untuk pedagang buah saja. Itu pun, sambungnya, sudah disepakati bisa saja lokasi tersebut akan dipindahkan ke tempat lain, yakni ke lantai dua.

"Ini benar-benar aneh dan mengherankan. Sebab, yang menuding ada pengutipan Rp 5.000 itu justru bukan para pedagang di depan tersebut, melainkan pihak lain diduga memanfaatkan kesempatan ini untuk keuntungan pribadi," sebutnya.

Mengenai ancaman yang menyuruh pedagang berjualan di belakang, Din menjelaskan, karena memang area tersebut hanya untuk pedagang buah. Sementara pedagang yang keberatan tersebut berjualan selain buah-buahan.

"Kenapa diminta ke belakang, karena memang itu bukan tempatnya. Di depan itu tempat jualan buah. Tidak ada ancaman," jelasnya.

Sementara, terkait 57 meja yang kosong, seluruhnya disiapkan untuk para pedagang.‎ "Ke-57 meja kosong ini ditujukan bagi yang mau ditempatkan, silakan datang. Bagi yang sudah membayar panjar, datangi kami," ucapnya.

Seorang pedagang bumbu di Pasar Marelan, Rosni Sembiring berharap, kenyamanan mereka berjualan tidak terganggu dengan adanya kisruh antara sekelompok pedagang dengan PD Pasar. Sebab, mereka yang berjualan di‎ dalam gedung sudah merasa nyaman dan tidak ada masalah terhadap kebijakan PD Pasar tersebut.

"Kami sudah sangat nyaman di dalam, janganlah terjadi kisruh, karena bisa mengganggu. Kami mau berdagang dengan tenang," ungkapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar