Kemunculan Beruang Madu Buat Warga Madina Resah

Kemunculan Beruang Madu Buat Warga Madina Resah

Perangkap jebakan

(jw/rzd)

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 12:47

Analisadaily (Madina) - Kemunculan beruang madu (Helarctos malayanus) beberapa minggu terakhir membuat resah warga Desa Simpang Duhu Dolok, Kecamatan Ulu Pungkut, Resort 4 Alahan Kae, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Untuk mengatasi keresahan warga tersebut, Balai Taman Nasional Batang Gadis (BTNBG) memasang dua kandang jebak.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNBG Madina, Bobby Nopandry mengatakan, warga resah ketika bekerja di kebun, dan mereka melihat ada jejak cakaran di pohon. Warga juga sempat  melihat hewan tersebut.

"Warga, sebenarnya sudah terbiasa melihat beruang. Namun kemunculannya selama dua minggu kali ini membuat warga resah. Warga meminta kita untuk mengevakuasinya," kata Bobby, Sabtu (5/10).

Diduga beruang yang muncul kali ini adalah beruang yang sama dengan beberapa bulan lalu, dan sudah dihalau untu kembali masuk ke hutan. Namun, masih harus dipastikan dengan pemasangan camera trap.

BTNBG Madina sudah menurunkan tim untuk memasang kamera trap, sehingga dapat diketahui dengan pasti.

"Kalau ada kamera trap akan kita ketahui, apakah itu beruang dewasa, apakah hanya satu atau dua. Itu gunanya camera trap," tuturnya.

Selain akan memasang kamera trap, BTNBG Madina saat ini sudah memasang dua kandang jebak di titik-titik yang potensial. Lokasi kemunculan beruang sebenarnya tidak berada di dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis, melainkan di kawasan perladangan warga.

perangkap jebakan (jw)

perangkap jebakan (jw)

Desa tersebut adalah desa yang paling dekat dengan perbatasan taman nasional, yakni 1 sampai 1,5 hari jalan kaki.

"Kalau ditanya seberapa besar ukuran beruang itu, kita belum nampak langsung. Kamera trap juga belum dipasang. Tapi kalau meihat cakarannya di batang pohon, itu sudah beruang dewasa," ungkapnya.

Dalam penanganan konflik satwa ini, BTNBG Madina berkoordinasi dengan Kepala Desa Simpang Banyak Julu untuk mengambil perangkap jebakan sebanyak dua unit, lalu membawanya ke Desa Simpang Duhu Dolok.

Selanjutnya, tim memasang kandang jebak setelah sebelumnya dilakukan pengecekan lokasi di mana tanda-tanda jejak beruang tersebut.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar