Kementerian Pariwisata Genjot Promosi 10 Destinasi MICE di Sumut

Kementerian Pariwisata Genjot Promosi 10 Destinasi MICE di Sumut

Promosi 10 destinasi MICE di Sumut

(rzp/eal)

Kamis, 20 September 2018 | 17:42

Analisadaily (Medan) - Industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Hal ini ditandai dengan terpilihnya Indonesia sebagai tempat sekaligus host pelaksanaan berbagai event internasional.

Berbagai kegiatan MICE di tanah air umumnya terkonsentrasi di 10 kota utama, Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Medan, Manado, Semarang dan Batam. Hal tersebut berkat dukungan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam pemberdayaan industri MICE.

Untuk mempromosikan 10 destinasi MICE, Kementerian Pariwisata mengadakan Promosi 10 Destinasi MICE di Sumatera Utara yang akan berlangsung di Grand Mercure dan Taman Simalem Resort pada tanggal 19 - 22 September 2018.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I, Masruroh mengatakan, event ini akan menjadi pertemuan yang mempertemukan sellers di bidang pariwisata dan buyers dari perusahaan multinasional. Kegiatan ini merupakan ajang business travel mart yang berfokus pada industri MICE di Indonesia.

"Tidak hanya melaksanakan table top, Kemenpar juga mengundang para buyers melakukan post tour dan bermalam di Simalem Resort Danau Toba, dengan harapan agar lebih mengenal Sumatera Utara sebagai destinasi wisata, kata Masruroh, Kamis (20/9).

Semakin banyaknya rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu, serta Bandar Udara Silangit dan Bandar Udara Sibisa, maka jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara diharapkan akan meningkat pesat.

Sejak tahun 2011, Kota Medan juga telah ditetapkan sebagai kota metropolitan baru, sekaligus salah satu dari 10 kota utama sebagai tujuan wisata MICE di Indonesia dan menjadi penghubung bagi kota-kota penting lainnya di Sumatera Utara, seperti Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Karo.

Masruroh mengatakan, Corporate market adalah pasar yang menjanjikan. Dalam kondisi krisis sekalipun, mereka akan tetap membutuhkan tempat (venue) untuk melakukan pertemuan. Pasar MICE secara ekonomi juga lebih menguntungkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Umumnya wisata MICE pelaksanaannya lebih terorganisir, dengan dana yang cukup besar," ujarnya.

Kegiatan MICE, khususnya corporate meetings dan incentive travels merupakan salah satu sektor utama yang menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Dengan pengelolaan yang lebih baik untuk memfasilitasi networking antara sellers Indonesia dengan para corporate buyers, maka akan meningkatkan jumlah kegiatan MICE yang dilakukan perusahaan nasional/internasional di Indonesia.

Disebutkannya, wisatawan MICE memiliki keunggulan karena mereka pada umumnya adalah opinion leader yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintahan, yang melakukan kegiatan pada saat low-season.

Kementerian Pariwisata genjot promosi 10 destinasi MICE di Sumut

Promosi 10 destinasi MICE di Sumut

Wisatawan MICE juga berpotensi untuk menjadi Leisure Traveler pada saat yang bersamaan, dan karena mereka umumnya opinion leader maka kekuatan word-of-mouth tentang destinasi akan memberi dampak yang lebih kuat dalam promosi.

"Sehingga, promosi MICE akan sangat berkontribusi dalam pendapatan devisa negara dan menggerakkan perekonomian," terangnya.

Sebagai tuan rumah, Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak objek wisata yang menarik, yang sangat indah untuk dikunjungi, terutama Danau Toba yang ditetapkan menjadi salah satu Destinasi Prioritas, sudah ditata dan dikelola dengan lebih baik. Ditambah lagi dengan dibentuknya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang bertugas mendukung promosi pariwisata Danau Toba dan Sumatera Utara.

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar