Kemenpora Ciptakan Startup Baru Melalui Karya Generasi Milenial

Kemenpora Ciptakan Startup Baru Melalui Karya Generasi Milenial

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Faisal Abdullah (kiri)

(jw/eal)

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:34

Analisadaily (Medan) - Perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) ‎di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain seperti Singapura.

Namun Indonesia mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengejar ketertinggalan tersebut dan menjadi maju dalam bidang IT.

‎"IT kita masih terbelakang dan Kapasitas juga masih terbelakang dari apa dimiliki Singapura. Namun, dengan memiliki satelit Palapa dan tol langit kita dapat memiliki kapasitas yang baik," kata Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Faisal Abdullah, saat memberi sambutan pada acara Pelatihan Kreativitas Bidang IT ‎di Kota Medan, Rabu (16/11).

Di hadapan 40 peserta, Faisal memberikan motivasi kepada startup-startup muda agar berkreasi dan berinovasi sehingga memberikan dampak baik dengan terciptanya lapangan pekerjaan baru dari perkembangan IT yang dikuasai.

"Karena sekarang ini usaha online gaya baru perekonomian. Karena IT banyak pekerjaan hilang dan ada pekerjaan baru," ucapnya.

Faisal menjelaskan tujuan pelatihan yang dilakukan Kemenpora bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia ‎dapat menciptakan startup-startup yang profesional dan baik melalui karya-karya generasi milenial tersebut.

"Dulu anak muda belanja di mall, super market, atau toko sebelah rumah. Tapi, sekarang bisa dibeli di online.‎ Cemana kita meningkatkan standarisasi. Dulu orang harus buka kantor dan harus punya izin.‎ Sekarang sudah dilakukan pemasaran secara online," jelasnya.

Faisal mengungkapkan bahwa untuk saat ini, para pelaku startup di Indonesia baru 5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, Kemenpora memiliki peran untuk meningkatkan jumlah melalui pelatihan dilakukan seperti ini.

"Pelaku-pelaku aplikasi, smartphone dan pemanfaat IT terus meningkat. Secara nasional jumlah startup kita cuma 5 persen dari jumlah penduduk kita. 5 persen kita anggap belum seberapa," ungkapnya.

Faisal juga menambahkan bahwa pelatihan seperti ini, merupakan program lanjutan ‎dilakukan Kemenpora bersama PT Telkom Indonesia sehingga memberikan dampak dari segi ekonomi dari perkembangan IT ini.‎

"Ini program kerjasama dengan DlLo. Kita juga sudah memiliki kurikulum," tukasnya.  

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar