Kemenperin Pacu Pengembangan Produksi Kendaraan Ramah Lingkungan

Terima Hibah Mobil Listrik

Kemenperin Pacu Pengembangan Produksi Kendaraan Ramah Lingkungan

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

(rel/rzd)

Jumat, 2 Maret 2018 | 10:04

Analisadaily (Jakarta) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mempercepat pengembangan produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) yang ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.

Hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengurangi pemanasan global, seiring dengan komitmen Pemerintah untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% secara mandiridan sebesar 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2030, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo pada COP21 di Paris pada Desember 2015.

“Salah satu sumber pemanasan global adalah dari emisi CO2 kendaraan bermotor yang mengkonsumsi bahan bakar fosil,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Jumat (2/3).

Kemenperin memberikan apresiasi kepada Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atas kerja sama dalam rangka studi bersama, dan sosialisasi penggunaan mobil listrik di Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi sebuah langkah positif dalam mempercepat pengembangan teknologi industri otomotif nasional yang ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah,” ucap Airlangga.

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) sebelumnya menyerahkan 10 kendaraan listrik kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung program LCEV. Kesepuluh mobil tersebut, terdiri dari delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) dan dua unit Mitsubishi i-MiEV.

Penyerahan kendaraan listrik dilakukan secara simbolis oleh CEO MMC, Osamu Masuko, kepada Menperin Airlangga, selanjutnya Menperin akan menyerahkan secara simbolis kepada masing-masing Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Ristek Dikti, Kapolri, serta Kepala BBPT.

Peta Industri Otomotif

Menperin menegaskan, pihaknya bersama stakeholder terkait sedang me-review peta jalan arah kebijakan dan pengembangan industri alat transportasi nasional, dalam rangka menyesuaikan cepatnya perkembangan teknologi industri otomotif, dengan salah satu tujuannya untuk mendorong produksi kendaraan LCEV.

“Tahapan yang telah kami lakukan adalah pengembangan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), kemudian akan dilanjutkan dengan kendaraan hibrid hingga kendaraan listrik,” tuturnya.

Menurut Airlangga, pentahapan pengembangan teknologi menuju kendaraan listrik sangat diperlukan untuk memberikan waktu bagi pemerintah dan pelaku industri menyiapkan regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung, dan teknologi.

Di samping itu, perlu melihat kesiapan industri komponen dalam negeri seperti Baterai, Motor Listrik, dan Power Control Unit (PCU) sehingga pengembangan kendaraan listrik dapat mendukung program pendalaman struktur industri otomotif nasional sesuai dengan amanat Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015.

“Adapun target pengembangan kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional,” ujarnya.

Di dalam peta jalan tersebut, pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan LCEV termasuk kendaraan listrik.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar