Kemenperin Fasilitasi Pembangunan Sentra IKM Tenun

Kemenperin Fasilitasi Pembangunan Sentra IKM Tenun

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih. (Foto: Istimewa).

(rel/rzd)

Rabu, 9 Mei 2018 | 15:47

Analisadaily (Sumatera Barat) - Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, bersinergi membangun Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kecamatan Lintau Buo, yang difokuskan pada pengembangan industri tenun.

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih, ketika mendampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Mufidah Jusuf Kalla, pada acara Peresmian Sentra IKM di Kecamatan Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat, mengatakan, Sentra IKM ini diharapkan menjadi fasilitas untuk menjalankan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), layanan produksi, riset, dan promosi.

“Kami tengah mendorong para pengrajin tenun untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi baik itu dari desain, motif, maupun kualitas,” kata Gati, Rabu (9/5).

Menurut Gati, bisnis kerajinan tenun ke depannya diprediksi semakin menjanjikan dan sangat diminati berbagai kalangan masyarakat, seperti tenun songket dengan variasi motif-motif yang menarik. Dengan adanya Sentra IKM ini dapat memacu motivasi para pengrajin tenun di Kecamatan Lintau Buo untuk menciptakan produk yang mengikuti tren dan selera konsumen saat ini.

Kemenperin mencatat, jumlah sentra IKM tenun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 369 sentra, dengan jumlah perusahaan sebanyak 16.971 unit usaha. Industri tenun nusantara hingga saat ini terus berkembang dan telah berperan penting sebagai penggerak perekonomian daerah sehingga mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat secara nasional.

Kain tenun mampu menjadi salah satu penyumbang devisa negara. Ini dilihat dari nilai ekspornya pada tahun 2016 yang mencapai USD2,6 juta dengan negara tujuan utamanya adalah Belanda.

“Kami terus berupaya mendongkrak kinerja industri tenun nusantara melalui peningkatan daya saing produk dan pengamanan pasar dalam negeri,” ucap Gati.

Pada tahun 2017, Kemenperin telah memfasilitasi melalui pengadaan peralatan tenun berupa dua unit ATBM Jacquard, satu unit alat pelubang kartu motif tenun dan satu unit mesin kelos elektrik kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang ditempatkan di Sentra IKM Tenun Lintau Buo, Desa Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

“Di samping memfasilitasi pengadaan peralatan produksi, Kemenperin juga melakukan pendampingan oleh tenaga ahli tenun untuk semakin meningkatkan kompetensi pengrajin dan mutu produk kain tenun yang dihasilkan,” terang Gati.

Dana Alokasi Khusus

Dalam pembangunan Sentra IKM Tenundi Kecamatan Lintau Buo, Kemenperin menggunakan alokasi anggaran melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2017-2018.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan gedung produksi beserta sarana dan prasarana pelengkap seperti ruangan pencelupan beserta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruangan untuk tempat pembuatan desain, ruangan untuk proses penghanian, ruangan menjahit dan peralatan tenun hingga gedung promosi termasuk ruangan serba guna dan kantor pengelola.

Gati berharap, dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur di Sentra IKM Tenun Lintau Buo tersebut, akan semakin menumbuhkan para pengrajin tenun lokal, serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Sentra IKM Tenun ini dapat juga menjadi salah satu objek wisata edukasi tenun yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik dari domestik maupun mancanegara,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar