Kemenkumham Kerja Sama Kemenperin Pasarkan Karya WBP Secara Online

Kemenkumham Kerja Sama Kemenperin Pasarkan Karya WBP Secara Online

Seorang warga binaan tampak sedang mengerjakan pekerjaannya, Senin (28/8)

(rzp/csp)

Senin, 28 Agustus 2017 | 15:06

Analisadaily (Jakarta) - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bersama Kementerian Perindustrian menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Penandatanganan dilaksanakan, Senin (28/7) di Ruang Garuda Lantai 2 Gedung Kemenperin, Jalan Gatot Subroto. Kedepannya Kemenperin akan membantu WBP untuk membuat kemasan yang bagus dan menarik atas hasil karya-karya kerajinan tangan saat dipasarkan.

“Supaya karya kerajinan tangan para WBP dapat menarik perhatian pasar. Sehingga kemasan kerajinan tangan menjadi lebih kompetitif saat bersaing di pasar,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun, seperti pernyataan resmi diperoleh Analisadaily.com.

Kemudian, lanjutnya, akan disinergikan dan difasilitasi juga bagaimana cara menjual produk tersebut melalui pemasaran secara online. Sebab, pasar online dan e-commerce sedang meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini di Indonesia.

“Kemenperin akan ada memberikan pelatihan khusus bagaimana cara mengemas bungkusan, desain lebih menarik dan menghitung kalkulasi menjual karya yang dibuat di pasar online,” terang Ma’mun.

Dalam acara ini, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, mewakili Menteri Yasonna Hamonangan Laoly saat menandatangani nota kesepahaman bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartartp mengatakan, kerja sama antar dua kementerian bertujuan untuk sebagai landasan kerja sama dalam rangka melaksanakan pembinaan kemandirian WBP.

Sekaligus dapat mengoptimalkan pembinaan dan bimbingan kemandirian WBP berlangsung selama 5 tahun.

Hasil kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan

Hasil kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan

Adapun ruang lingkup kerja sama antara Kemenkumham dan Kemenperin meliputi 3 hal, pertama pelatihan keterampilan WBP, kedua promosi hasil karya WBP, dan ketiga bantuan peralatan atau mesin bagi WBP dari Kemenperin.

“Hal ini sangat diperlukan untuk mensinergikan karya-karya kerajinan tangan yang dibuat WBP kepada Kemenperin,” terang Bambang.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar