Kemenhub Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar

Kemenhub Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar

(Sumber Foto: Istimewa/Humas Ditjen Perhubungan Darat)

(rel/rzd)

Selasa, 9 Oktober 2018 | 20:23

Ilmu bisa didapatkan dari bangku sekolah, tetapi perilaku harus dibangun dari kesadaran diri sendiri,”

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi

Analisadaily (Jakarta) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menyelenggarakan Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2018.

Dalam acara yang dibuka pada Senin (8/10) malam, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, persoalan keselamatan lalu lintas tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, namun perlu partisipasi masyarakat, termasuk pelajar.

“Ilmu bisa didapatkan dari bangku sekolah, tetapi perilaku harus dibangun dari kesadaran diri sendiri,” kata Budi, ditulis Analisadaily.com, Selasa (9/10).

Menurutnya, kegiatan ini memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi penerus bangsa dan masyarakat pada umumnya.

“Perilaku berlalu lintas di jalan raya merupakan gambaran kepribadian diri, serta menjadi cerminan budaya bangsa,” ujarnya.

Budi juga berharap, agar para pelajar dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait dengan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga dapat menyosialisasikan di tempat mereka belajar, serta menjadi suri tauladan bagi rekan-rekan di sekolahnya, sesuai dengan predikat yang disandang.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat, Risal Wasal menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tingkat nasional tahun 2018 bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di kalangan pelajar.

“Hal ini dalam rangka pembentukan karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” ucapnya.

Risal juga menjelaskan, proses seleksi peserta dimulai dari tingkat kabupaten/kota dengan diikuti oleh perwakilan sekolah menengah umum yang ada di kabupaten/ kota. Setelah didapatkan pemenang, untuk tingkat kabupaten/kota maka dinas perhubungan kabupaten/kota kemudian mengusulkan nama-nama tersebut ke dinas perhubungan provinsi.

“Untuk mengikuti proses seleksi pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di tingkat provinsi,” jelasnya.

Pelaksanaan seleksi tingkat nasional dilaksanakan pada 8 sapai dengan12 Oktober 2018 di Hotel Aryaduta, Jakarta, diikuti oleh 71 orang pelajar setingkat SMA terdiri dari 28 siswa dan 43 siswi yang merupakan perwakilan dari 27 provinsi di Indonesia.

Pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tahun 2018 kali ini mengambil tema ‘Save Lives Slow Down (sayangi nyawa kurangi kecepatan)’.

Hal-hal yang dinilai dalam pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu-lintas dan angkutan jalan dimaksud adalah kepemimpinan (leadership); kemampuan berbicara didepan umum (public speaking); norma/etika dan materi karya tulis. Dari penilaian tersebut akan di tetapkan juara I, II dan III.

Di samping penilaian tersebut, dilakukan pula penilaian peserta favorit yang dinilai kemampuan talenta para pelajar seperti menyanyi, menari dan bakat lainnya yang akan di peroleh peserta favorit putra dan peserta favorit putrid. Masing masing pemenang baik juara I, II dan III serta peserta favorit putra dan putri Kementerian Perhubungan.

Dewan juri pada kegiatan ini antara lain:  Ir. Iskandar Abubakar, Msc (GRSP), Darmaningtyas (MTI), Prof. Budi Hartanto Susilo, Msc (Akademisi Universitas Maranata), AKBP Yus Nurjaman (Korlantas), dan Amri Subkhan (psikolog).

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar