Kembalinya Harapan, Badak Sumatera Terakhir di Amerika Serikat

Kembalinya Harapan, Badak Sumatera Terakhir di Amerika Serikat

Badak Sumatera (dtc)

Kamis, 5 November 2015 | 21:23

detikNews - Jakarta, Pemerintah Amerika Serikat menyiapkan dana USD 12 juta untuk peningkatan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Hal tersebut menandai meningkatnya kerjasama AS dan Indonesia sejak tahun 2010.

Baru-baru ini juga, Pemerintah AS memberikan seekor badak Sumatera berjenis kelamin jantan yang diberi nama Harapan. Badak tersebut diberikan oleh Cincinnati Zoo melalui Konsulat Jenderal AS di Medan, Sumatera Utara, Robert Ewing.

"Prosesi serah terima Harapan berlangsung di Sumatran Rhino Sanctuary Taman Nasional Way Kambas, Kamis (5/11/2015) dari Konsulat Amerika Serikat untuk Indonesia di Medan, Mr Robert Ewing, kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Thachrir Fathoni," ujar Kepala Biro Humas Kementerian LHK Eka W Soegiri dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (5/11/2015).

"Sebelumnya, badak jantan "Andalas" yang merupakan kakak Harapan sudah dipulangkan ke Indonesia pada 20 Februari 2007, dan badak "Harapan" adalah badak Sumatera terakhir yang ada di AS. Rencananya, badak Harapan akan dijodohkan dengan badak betina yang ada di Sumatra Rhino Sanctuary (SRS) dan diharapkan bisa berkembang biak di Suaka Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas Lampung," lanjutnya.

Kembalinya Harapan, diharapkan populasi satwa terancam punah ini dapat meningkat di habitat aslinya. Badak Sumatera adalah salah satu dari 25 satwa prioritas untuk ditingkatkan populasinya dalam 5 tahun ke depan baik dengan perkembangbiakan in-situ maupun ex-situ.

"Dalam waktu 5 tahun ke depan juga akan ditetapkan 50 lokasi sanctuary (suaka) baru guna peningkatan habitat satwa terancam punah seperti yang telah dilaksanakan SRS dalam peningkatan populasi badak sumatera," tambahnya.

Sementara itu, Robert Ewing menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara Indonesia dan Amerika khususnya dalam pelestarian flora dan fauna. Kerja sama Indonesia dan Amerika semakin meningkat dalam berbagai hal sejak tahun 2010 ditambah lagi dengan adanya kunjungan kerja Presiden RI ke Amerika beberapa waktu lalu.

"Pemerintah AS telah menyiapkan dana sebesar USD 12 juta untuk peningkatan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Selamat pulang kampung kepada Harapan dan diharapkan dapat mengikuti jejak saudaranya Andalas yang telah melahirkan 'Andatu', hasil perkawinannya dengan Badak Ratu," kata Robert Ewing.

Kebun Binatang Cincinnati AS, telah berhasil mengembangbiakan badak Sumatera dari indukan Ipuh dan Emi dan telah melahirkan keturunan Andalas, Suci dan Harapan. Andalas dibawa ke Indonesia pada tahun 2007, sementara Suci mati diduga karena penyakit Hemosiderosis (kelebihan unsur Fe dalam tubuhnya) pada 30 Maret 2014, dan badak Harapan tinggal sendiri di Kebun Binatang Cincinnati AS.

"Apabila badak Harapan tetap berada di sana tanpa ada pasangan, para ahli badak Indonesia mengkhawatirkan tidak akan ada nilai konservasi yang bisa diperoleh. Oleh karena itu atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dengan US Fish and Wildlife Service serta YABI, badak Sumatera Harapan dapat dipulangkan ke Indonesia," ucap Eka W Soegiri.

Memang saat dibawa kembali ke Indonesia, kesehatan badak Harapan tidak dalam kondisi yang fit. Berdasarkan laporan kesehatan yang diberikan oleh Tim Medis Cincinnati Zoo, badak Harapan menderita penyakit mata Kerato konjunctivitis dan pernah menderita penyakit Hemosiderosis.

Suaka Rhino Sumatera (SRS) dibangun pada 1996 dan dioperasikan dengan kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI), yang diberikan dukungan oleh International Rhino Foundation (IRF). SRS juga telah membuktikan keahliannya dalam mengembangbiakan badak Sumatera dimana tahun 2012 anak badak "Andatu" dari pejantan "Andalas" dan induk "Ratu" lahir dan pada tahun 2015

"Saat ini induk Ratu sedang bunting kembali yang diperkirakan akan melahirkan pada Mei 2016. Kepulangan badak Sumatera pejantan Harapan diharapkan dapat menambah peluang bagi pengembangbiakan satwa yang sangat langka ini dan sesuai namanya memberikan harapan bagi peningkatan populasi badak Sumatera agar tidak punah dari muka bumi," tutupnya. (yds)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar