Kembali Beredar Video Diduga Pelanggaran Pemilu di Tapanuli Tengah

Kembali Beredar Video Diduga Pelanggaran Pemilu di Tapanuli Tengah

Screenshot video dugaan kecurangan Pemilu di Tapteng.

(jw/rzd)

Sabtu, 20 April 2019 | 13:17

Analisadaily (Medan) - Setelah beredarnya video kecurangan saat proses Pemilihan Umum (17/4) kemarin di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kali ini masyarakat kembali dihebohkan dengan viralnya video yang sama di media sosial. Namun, berbeda kecamatan yang terjadi.

Dalam video pertama dengan durasi 46 detik menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di TPS 1 Desa Maduma, Kecamatan Sorkam Barat, Tapteng. Seorang saksi dari salah satu partai hanya bisa diam melihat aksi yang dilakukan para penyelenggara Pemilu melakukan  pencoblosan seluruh sisa surat suara.

Dari video itu juga terlihat saksi partai yang berpakaian kemeja garis hitam mengaku memergoki penyelenggara mencoblos surat suara lebih dari satu kali.

Tidak hanya TPS 1 Desa Maduma, kejadian serupa juga terjadi di TPS 2 Sigolang, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng.Dalam vidio yang berdurasi 1 menit 45 detik terlihat salah seorang saksi berupaya melarang orang yang melakukan pencoblosan surat suara berulang. Namun aksinya justru dibalas dengan pengusiran oleh seluruh panitia.

Beredarnya beberapa video kecurangan dalam proses pencoblosan tersebut juga menjadi perbincangan hangat bagi netizen di salah satu grup media sosial Facebook dengan akun 'Tapteng Bersatu Untuk Perubahan'.

Menanggapi beberapa video yang viral di media sosial tersebut, Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rahmawaty Rasahan mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan.

"Kami sudah memerintahkan Bawaslu Tapteng untuk melakukan pengecekan di lapangan, termasuk meminta keterangan dari pengawasan TPS yang bersangkutan," katanya, Sabtu (20/4).

"Jika dalam hal ini terbukti, baik pengawas TPS maupun KPPS lalai dan tidak mengikuti aturan yang ada, maka itu ada dua kemungkinan. Pertama untuk proses cepatnya memastikan perolehan suara itu supaya bisa diketahui hasilnya di TPS, dan kita akan rekomendasikan untuk penghitungan ulang," lanjutnya.

Syafrida juga menegaskan bahwa Bawaslu akan meminta KPUD Tapteng untuk menunda pleno di kecamatan-kecamatan yang terjadi kecurangan.

"Ini masih dalam on proses. Nanti kita akan rekomendasikan untuk penghitungan ulang. Karena ini sifatnya pelanggaran,” pungkasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar