Keluarga Korban Penculikan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Keluarga Korban Penculikan Apresiasi Kinerja Kepolisian

Direktur Reserse Umum Kombes Pol Andi Ryan saat memaparkan kasus penculikan, Selasa (6/11)

(jw/csp)

Selasa, 6 November 2018 | 20:16

Analisadaily (Medan) - Keluarga korban mengapresiasi Personil Subdit III/Umum Unit III Ditreskrimum Polda Sumut yang bergerak cepat mengamankan komplotan penculikan dan penganiayaan.

Keluarga korban, Ari melalui kuasa hukumnya, M. Iqbal Sinaga, Mahendra Sinaga dan M Harizal mengatakan, selain menangkap otak pelaku, Haji Nasir, enam pelaku lainnya yang juga berhasil diamankan sehari pengaduan verbal dilakukan.

"Kami mewakili korban dan keluarga sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andriyanto dan jajarannya kesigapan serta respon cepat hingga berhasil menyelamatkan kliennya dari penculikan dan penganiayaan," kata Harizal, Selasa (6/11).

"Jika kasus ini sempat berlarut, dikhawatirkan para korban akan mengalami penyiksaan yang lebih sadis dan bisa berujung pada maut," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, para pelaku yang diamankan berjumlah tujuh orang, di antaranya M Nasir (53) warga Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Parlaungan Simarmata (38) warga Jalan Pintu Air VI Gang Mesjid Kelurahan Kwala Bekala.

Parulian Manullang alias Bangun (42) warga Jalan Pasar VII Kelurahan Beringin Medan Selayang, Riko Manullang (33) warga Jalan Jaya Tani Gang Anggrek Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor.

Kemudian Tua Pandapotan Panggabean (34) Jalan Luku I Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Budi Hartono (46) warga Jalan Luku II Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor dan Dedi Harianto Marbun warga Jalan Madura Kelurahan Kebun Binjai Utara Kota Binjai.

Kejadian itu berawal saat para korban Masri (36), Sakruddin (51), dan Nzulafri menumpangi mobil dari hotel Grand Inna menuju Jalan Ringgroad Medan.

Ketika di Jalan Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepeda motor dan mobil menghadang kendaraan para korban, yang selanjutnya korban dibawa ke Hotel Polonia dan dianiaya oleh pelaku bernama Nasir.

Lantaran situasi mulai ribut, para pelaku membawa korban ke hotel Kristal Jalan Padang Bulan. Di hotel tersebut korban  Masri dianiaya bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan oleh Nasir.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar