Keluarga Korban Kebakaran Pabrik Mancis Datangi Kantor Gubsu

Keluarga Korban Kebakaran Pabrik Mancis Datangi Kantor Gubsu

Keluarga korban kebakaran pabrik mancis di Kabupaten Langkat mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (17/7)

(jw/eal)

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:14

Analisadaily (Medan) - Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara menggelar unjuk rasa untuk mendesak pemenuhan hak-hak para pekerja PT Kiat Unggul yang menjadi korban kebakaran di lokasi perakitan mancis di Kabupaten Langkat beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, belasan keluarga korban meninggal dunia dalam kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, juga ikut berunjuk rasa di DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (17/7).

"Kedatangan kami ke Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk meminta agar hak-hak kami dibayarkan," kata Edy Prayoga, suami dari salah seorang korban bernama Safitri.

Edy menjelaskan, sejak kebakaran yang menewaskan istrinya dan puluhan korban lain, pihak perusahaan sudah mendatangi mereka. Kepada mereka ditawarkan uang santunan sebesar Rp 25 juta. Namun hal tersebut mereka tolak karena mereka terlebih dahulu diminta menandatangani surat kosong yang sudah dibubuhi materai.

"Kami nggak ambil, hanya sebagian yang sudah ambil. Sebagian belum," ujarnya.

Edy berharap dengan dukungan dari berbagai aliansi buruh di Sumatera Utara, pemerintah akan fokus menyelesaikan permasalahan terkait pembayaran hak korban dalam insiden kebakaran yang terjadi 21 Juni 2019 lalu.

Sejak peristiwa tersebut, Edy mengakui aliansi buruh sangat fokus memberikan dukungan kepada mereka agar mendapatkan hak dan santunan.

"Kemarin itu hanya satu orang yang punya BPJS. Kami meminta agar yang lain juga diperlakukan sama dengan yang didapat dari BPJS itu," pungkasnya.

Sementara Dewi Novita Sari, satu dari empat pekerja yang lolos dari maut saat kebakaran menuturkan bahwa saat itu dirinya keluar dari rumah perakitan mancis untuk makan siang.

"Kami meminta hak-hak kami," tegas Dewi.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar