Kelompok Tani di Tapanuli Selatan Terima Bantuan Ternak

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan Terima Bantuan Ternak

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak.

(csp/rzd)

Minggu, 18 November 2018 | 22:22

Analisadaily (Tapanuli Selatan) - Delapan Kelompok Tani/Ternak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, masing-masing menerima 8 ekor sapi betina, pakan konsentrat 480 Kg, obat-obatan, dan vitamin.

Penyerahan dilakukan pada kegiatan 'Pengembangan Pembibitan dan Produksi Ternak Sapi Potong 2018' disaksikan Sekretaris Komisi D DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan.

Pada kesempatan itu, Sutrisno menjelaskan, bantuan merupakan salah satu bentuk fungsi penganggaran yang ada di DPRD. Kegiatan ini sesuai usulan masyarakat saat reses beberapa waktu lalu, yang menginginkan bibit ternak.

Kemudian, hasil reses itu ditetapkan lewat sidang paripurna DPRD Sumatera Utara, yang dijadikan sebagai salah satu sumber penyusunan program yang didanai APBD.

"Setelah ditetapkan dalam APBD T.A 2018 maka Kelompok Tani/Ternak diusulkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Dengan begitu, kegiatan ini sesuai tahapan dan mekanisme penyusunan program anggaran pemerintah," kata Sutrisno Pangaribuan, Minggu (18/11).

Penyerahan bibit ternak dimulai dari Kelompok Tani/Ternak Tarida di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole, kemudian, KT Saba Uncang di Kelurahan Sayurmatinggi, Kecamatan Sayurmatinggi, KT Murni I di Desa Kotatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola.

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

Lalu di KWT Sinar Tani, di Desa Lumban Ratus, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KWT Sehati di Desa Ingul Jae Gadu, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KWT Bina Karya di Desa Lumban Jabi- Jabi Aek Tembahan, Kecamatan Tanotombangan Angkola.

Terakhir di Kelompok Tani Marsada di Desa Purbatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola, dan KWT Indah Sejahtera di Desa Aek Uncim, Kecamatan Tanotombangan Angkola.

Pihak ketiga selaku penyedia bertanggung jawab mengganti bibit ternak selama 7 hari sejak serah terima. Jika jangka waktu itu ada ternak sakit, mati, maka penyedia menggantinya. Tapi, setelah hari ke-8, tanggung jawab KT/ KWT.

"Selanjutnya, KT/KWT secara swadaya mempersiapkan kandang sapi, pakan sapi, dan perawatan sapi. Kemudian jika sapi sakit, maka segera koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan dan dokter hewan kabupaten," kata Sutrisno.

"Demikian juga penyediaan sapi jantan menjadi tanggung jawab KT/KWT, atau berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten untuk proses kawin suntik IB," tambahnya.

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

Kemandirian Ekonomi

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat secara berkelompok untuk membangun kemandirian ekonomi dan swasembada daging.

"Jika program ini berjalan dengan baik, sambungnya, seluruh pihak bahu membahu, dan gotong royong maka kita akan berubah dari importir menjadi eksportir daging sapi," harapnya.

"Sangat diharapkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan membina, memfasilitasi berbagai kebutuhan Kelompok Tani/Ternak agar tujuan pemerintah dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan dapat tercapai," imbuhnya.

Sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara 7, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Kota Padangsidimpuan, Sutrisno mendorong tumbuh dan bangkitnya kelompok tani/kelompok wanita tani secara partisipatif.

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

Kelompok Tani di Tapanuli Selatan terima bantuan ternak. (csp)

"Budaya gotong royong harus dikobarkan kembali, sehingga upaya mempercepat kemandirian dan ketahanan pangan segera tercapai," ucapnya.

Dalam kegiatan ini, hadir juga Staf Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Juliana Sitorus, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanotombangan Angkola, Pandapotan Gultom, dan Staf PT. Daffa Buana Sakti, Armawi Batubara, serta Ketua dan Sekretaris KT/ KWT dan Kepala Desa masing-masing.

Seorang anggota Kelompok Tani Saba Uncang Sayurmatinggi, Oloan Pulungan, mengucapan terima kasih kepada Sutrisno Pangaribuan yang memfasilitasi KT Saba Uncang mendapat bantuan ternak sapi dari pemerintah.

"Kita sudah 73 Tahun merdeka, tetapi baru kali ini Weijk II Kelurahan Sayurmatinggi dapat bantuan ternak. Pada pemilu legislatif tahun 2014 kami belum mengenal dan tidak memilih Bapak Sutrisno Pangaribuan, tetapi beliau memperjuangkan kami saat ini," kata Oloan.

(csp/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar