Kelompok Sindikat Pembobol ATM Dibekuk Polisi

Kelompok Sindikat Pembobol ATM Dibekuk Polisi

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, memaparkan kasus pembobolan ATM, Selasa (29/8).

(aln/rzd)

Selasa, 29 Agustus 2017 | 19:04

Analisadaily (Asahan) - Sat Reskrim Polres Asahan membekuk jaringan sindikat pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank BRI dari sejumlah tempat dan waktu yang berbeda.

"Berkat kerja keras Sat Reskrim Polres Asahan, akhirnya berhasil meringkus sindikat jaringan pembobol ATM," kata Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Selasa (29/8).

Kapolres mengatakan, terungkapnya kasus berawal dari laporan beberapa warga ke Polres Asahan, atas kejadian yang menimpa rekening mereka yang tiba-tiba berkurang dan juga hasil rekaman CCTV.

"Ada beberapa kali warga melaporkan, yang merasa rekening mereka berkurang setelah kartu ATM termakan oleh mesin," ucapnya.

Berdasarkan itu pula, Kapolres memerintahkan Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara dan juga Kanit Jatanras Ipda M Khomaini untuk melakukan penyelidikan. Pihak Reskrim langsung berkoordinasi dengan anggota security masing-masing bank agar segera melaporkan jika melihat orang-orang yang ada di dalam rekaman guna ditindaklanjuti.

"Pada Rabu (23/8) sekitar pukul 17.00 WIB, berdasarkan laporan dari pihak security Bank BRI, kita langsung melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang sedang melakukan transaksi di ATM Bank Mandiri, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Gambir Baru," terang mantan Kapolres Dairi itu.

Tiga orang yang diamankan masing-masing Imam San (44) warga Jalan Mandau, Kelurahan Pulau Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, NT (42) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Kolam II, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang dan SY (39) juga seorang perempuan warga Dusun VII, Desa Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

"Pada saat itu tiga orang kita amankan, seorang laki-laki dan dua perempuan," terang Kapolres, sembari menunjukkan sejumlah barang bukti yang terdiri dari pisau cater, handphone, tusuk gigi, buku rekening dan juga sebuah mobil Toyota Avanza BK 1325 HP.

Ketiga tersangka langsung digelandang ke Mapolres Asahan, kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang lagi masing-masing Ir (38) warga Jalan Seksama Medan dan Sy (34) warga Titi Kuning Medan.

"Jadi untuk kasus ada lima tersangka," ungkapnya lagi.

Di tempat yang sama, Pimpinan Cabang BRI Kisaran, Yogi Wirawan mengatakan, sebenarnya tingkat keamanan mesin ATM BRI sudah sangat memadai. Kemudian bagaimana nasabah melindungi nomor PIN agar tidak diketahui orang lain.

"Jangan sekali-kali nomor PIN diketahui orang lain. Kita apresiasi Polres Asahan yang sudah berhasil mengungkap komplotan pembobol mesin ATM, yang jelas merugikan masyarakat, khususnya nasabah Bank BRI," tandasnya.

(aln/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar