Kelompok Cipayung Plus Kecam Aksi Teror di Mapolda Sumut

Kelompok Cipayung Plus Kecam Aksi Teror di Mapolda Sumut

Rumah pelaku penyerangan pos jaga Markas Besar Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat digeladah, Senin (26/6)

(jw/csp)

Senin, 26 Juni 2017 | 01:06

Analisadaily (Medan) – Aksi teror yang mengakibatkan gugurnya seorang anggota kepolisian, Aiptu Martua Sigalingging, mengundang reaksi sejumlah pihak, termasuk dari organisasi mahasiswa seperti Kelompok Cipayung Plus. Kelompok yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, GMKI serta KAMMI ini mengecam tindakan tidak beradab tersebut.

"Kami sangat mengecam keras aksi terorisme di Mapolda Sumut yang menewaskan satu orang anggota Polri," kata Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut, Septian Fujiansyah Chaniago kepada Analisadaily.com, Minggu (25/6) malam.

Dalam hal itu, Septian juga menuding, ada kelompok tertentu yang menginginkan terjadinya perpecahan terhadapa bangsa ini. Menurutnya, perpecahan tersebut sangat potensial jika dipicu dari Sumatera Utara, mengingat wilayah ini adalah provinsi dengan masyarakat yang majemuk.

"Tapi kami yakin aksi-aksi teror seperti itu tidak akan mempengaruhi, apalagi menggoyahkan bangunan kemajemukan di Sumatera utara. Karena hari ini masyarakat semakin cerdas sehingga tidak akan gampang terprovokasi.

Pada kesempatan tersebut, Septian menghimbau, agar seluruh masyarakat Sumatera utara tetap tenang dan menyerahkan sekaligus mempercayakan permasalahan ini kepada pihak kepolisian terutama Polda Sumut.

Hal senada juga disampaikan Korda GMNI Sumut, Charles Munthe. Dia menilai dalam kehidupan bermasyarakat, provinsi Sumatera Utara salah satu daerah yang memiliki jiwa toleransi yang tinggi.

Oleh karena itu, kondusivitas menjadi hal penting untuk diperhatikan seluruh pihak. Ketika mendengar adanya tindakan teror, lanjut Charles, dia mengecam dan mengutuk tindakan yang dilancarkan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Di hari suci ini, seharusnya kita mendengar kabar bahagia dan suka cita, sebab seluruh saudara/i Muslim sedang merayakan hari kemenangan. Justru yang kita dengar adalah berita buruk setelah ejadian di Mapolda Sumut,” ujar Charles.

“Seharusnya kita berterimakasih kepada kepolisian karena dalam menyambut hari lebaran, petugas telah mempersiapkan diri untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan perjalanan masyarakat yang hendak mudik. Tapi malah di teror dan mengakibatkan korban jiwa.”

Kendati begitu, Korcab PMII Sumut, Bobby Niedal Dalimunthe, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan menjungjung toleransi dalam bermasyarakat.

"Kami meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap modus penyerangan yg terjadi di Mapoldasu, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat" pungkasnya.

Begitu juga Koordinator GMKI Wilayah I Sumut-NAD, Swangro Lumbanbatu serta Ketua PW KAMMI Sumut, Supandi menegaskan, kasus teror yang terjadi ini segera diselesaikan. Agar situasi Kamtibmas di Sumut tetap aman dan kondusif.

Di samping peristiwa ini, mereka memberikan dukungan penuh kepada Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel, untuk mengusut tuntas aksi teror tersebut.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar