Kejari Batubara Gandeng Satlantas Sosialisasikan UU Lalu Lintas

Kejari Batubara Gandeng Satlantas Sosialisasikan UU Lalu Lintas

Kajari Batubara, Eko Adhyaksono, diwakili Kasi Intel, Muhammad Haris, menyerahkan cenderamata usai sosialisasi UU Lalu Lintas, Senin (11/9)

(ap/eal)

Senin, 11 September 2017 | 15:04

Analisadaily (Batubara) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batubara menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batubara untuk mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dalam rangka menjalankan program jaksa masuk sekolah.

"Inti dari kegiatan sosialisasi ini untuk memberi pemahaman dan pengenalan hukum kepada pelajar, khususnya berkaitan dengan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan," kata Kasi Intelijen Kejari Batubara, Muhammad Harris, di SMPN 1 Tanjung Tiram, Batubara, Senin (11/9).

Harris juga menjelaskan, sosialisasi seperti ini akan terus dilakukan setidaknya dua kali dalam satu bulan. Tidak hanya pemahaman terhadap undang-undang lalu lintas saja, pemahaman terhadap undang-undang lain seperti tentang korupsi, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan kejahatan lainnya juga telah disosialisasikan ke beberapa sekolah di Kabupaten Batubara.

"Kita berharap dengan kegiatan seperti ini dapat memberi pemahaman sejak dini kepada pelajar tentang hukum dan sanksi apabila melanggar. Kita juga menggandeng beberapa pihak seperti Satlantas Batubara, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) serta lembaga lainnya," sambungnya.

Sementara Kasatlantas Polres Batubara, AKP Alsem Sinaga, di hadapan pelajar menjelaskan tentang undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan terutama tentang surat kelengkapan berkendara dan kelengkapan keselamatan diri seperti helm.

Ia mengungkapkan, dari data tahun 2016, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Batubara sekitar 901 kasus. Kecelakaan paling banyak melibatkan sepeda motor, yakni 363 kasus.

Kalau melihat rata-rata usia korban, menurutnya, usia 18-25 tahun mendominasi jumlah korban kecelakaan di Kabupaten Batubara. Hal tersebut menunjukkan bahwa korban kecelakaan masih tergolong usia muda dan produktif.

"Kalau melihat usia korban kecelakaan sekitar 18-25 tahun. Itu berarti usia muda dan produktif. Memang ada beberapa faktor penyebab, diantaranya faktor pengemudi yang tidak disiplin seperti tidak memakai helm dan ugal-ugalan, faktor kendaraan seperti rem blong, tidak ada lampu. Kebanyakan kasus seperti itu penyebab kecelakaan," paparnya.

Untuk menekan angka kecelakaan kendaraan bermotor serta jumlah korban jiwa, Satlantas Polres Batubara rutin menggelar razia di wilayah hukum Batubara terkait kelengkapan surat kendaraan dan kelengkapan keselamatan pengemudi.

"Kita mengimbau kepada orang tua agar tidak memberi sepeda motor terhadap anak di bawah umur yang belum memiliki SIM, kepada sekolah pun harus tegas, bila perlu melarang pelajar untuk membawa sepeda motor, itu semua demi keselamatan generasi muda bangsa, kita tidak mau melihat anak-anak kita meninggal sia-sia di jalanan," tukas Alsem.

(ap/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar