Kegiatan Kemandirian Banyak Dilakukan di Lapas

Kegiatan Kemandirian Banyak Dilakukan di Lapas

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sumut, Zonny Waldi.

(rel/rzp)

Jumat, 22 September 2017 | 19:15

Analisadaily (Medan) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Medan, Herlin Cendrawati mengatakan, selama ini kegiatan kemandirian sudah banyak dilakukan di lapas perempuan. Bahkan, sudah memiliki galeri kegiatan wanita.

"Kita sudah punya galeri kegiatan wanita cukup banyak yang bisa dijual. Dengan adanya perhatian Pemprov Sumut ini, pastinya kita sambut dengan baik. Ada pelatihan pembuatan sabun, kita harap bisa berjenjang," katanya, Jumat (22/9).

Selama ini, lanjut Herlin, di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Medan, sudah ada berbagai kegiatan kreatif yang dilakukan warga binaan, di antaranya merajut, kuliner, salon, menjahit, dan sebagainya.

Namun diakuinya, sarana belum mencukupi. Sehingga, pihaknya melakukan seleksi, dan melihat minat dari warga binaan.

"Karena sarana belum mencukupi, jadi kita seleksi sesuai dengan minat dan bakat. Di sini ada 427 warga binaan, yang mengikuti kegiatan kemandirian masih 20 sampai 30 persen," katanya.

Herlin menerangkan, di Sumut, pihaknya belum bertemu dengan pihak ketiga ya g bisa menampung hasil kreativitas warga binaan. Maka dari itu, pihaknya senang adanya perhatian dari Pemprov Sumut.

"Ini baru dimulai dengan Pemprov, kita harap warga binaan yang dilatih ada rumah singgah, mungkin bisa kerja sama dengan Dinas UKM dan Koperasi, agar setelah keluar dari sini, mereka tdak melakukan kejahatan lagi," pungkasnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Sumut. Kerja sama dilakukan sebagai upaya edukasi dengan pelatihan dan pendampingan kreativitas untuk membekali kreativitas para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Medan, dan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Anak Medan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sumut, Zonny Waldi mengatakan, dalam rangka membantu warga binaan lapas anak dan lapas perempuan, pihaknya akan memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan ikan. Tidak hanya itu, pihaknya juga bergandengan tangan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang memberikan pelatihan pembuatan sabun cair.

"Pelatihan dan pendampingan budidaya ikan akan dilakukan di lahan Lapas ini. Idealnya ikan lele, jadi kita ingin dengan adanya kreativitas ini warga binaan bisa memanfaatkan waktu belajar," kata Zonny.

(rel/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar