Kaum Milenial Diedukasi Tentang Manajemen Bisnis Sablon dan Konveksi

Silaturahmi Pelaku Sablon Se-Sumatera Utara Jilid IV

Kaum Milenial Diedukasi Tentang Manajemen Bisnis Sablon dan Konveksi

Pebisnis sablon dari Solo, Kristian Niko, berbagi ilmu kepada peserta 'Silaturahmi Pelaku Sablon Se-Sumatera Utara Jilid IV' di Kota Medan. (FOTO: Istimewa)

(rel/rzd)

Minggu, 16 Desember 2018 | 12:35

Analisadaily (Medan) - Usaha sablon dan konvesksi saat ini menjadi salah satu usaha yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Usaha ini bisa dibilang menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat digeluti kaum milenial untuk mulai berbisnis.

Sebagai upaya meningkatkan geliat bisnis sablon dan konveksi di Kota Medan, maka digelar kegiatan dengan tema ‘Silaturahmi Pelaku Sablon Se-Sumatera Utara Jilid IV’. Kegiatan digelar di Tarung Warna Koffie, Jalan Ring Road, Tanjung Sari, Medan Selayang, Sabtu (15/12). Kegiatan diselenggarakan Komunitas GESUT (Gabungan Enterprener Sablon Sumatera Utara)

Koordinator Acara, Sardi mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang didominasi kaum milenial, pemain sablon dan konveksi. Pada kegiatan ini, peserta diedukasi tentang manajemen yang baik dalam bisnis sablon dan konveksi.

“Pembicara dalam kegiatan ini Kristian Niko, pebisnis sablon dari Solo,” kata Sardi kepada Analisadaily.com, Minggu (16/12).

Menurut Sardi, yang juga Owner Quas Sablon, di Kota Medan sendiri pasar untuk usaha sablon besar, dan pemainnya sudah banyak. Tidak hanya itu, hasil-hasilnya sablon para pemainnya juga tidak sembarangan dan bagus-bagus.

“Nah, masalahnya, di Medan banyak tukang sablon setelah sharing-sharing sesama pelaku, yang jadi masalah adalah susahnya menjaga karyawan,” ucapnya.

Sardi menilai, meski usaha pasar sablon di Medan besar, minimnya konveksi kaos di Medan serta sangat jarangnya penjual bahan baku seperti kaos combed, membuat usaha sablon di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kurang dilirik.

“Kalaupun ada, bisa jadi jatuhnya lebih mahal harga jualnya dibandingkan beli di Bandung. Selain Medan, pemain dari kota tetangga seperti Aceh dan Padang juga sudah mulai banyak pemainnya. Karena pasar bisnis sablon ini memang besar,” terangnya.

Semangat Baru

Sardi mengungkapkan, dengan adanya sharing-sharing di kegiatan ‘Silaturahmi Pelaku Sablon Se-Sumatera Utara’ diharapkan menjadi semangat baru atau trigger untuk kemajuan usaha-usaha para pemain sablon di Medan, serta meningkatkan minat kaum milenial untuk berbinis sablon.

“Apalagi, pembicara di kegiatan ini merupakan pelaku usaha yang memulai bisnisnya dari nol, dan materi yang disampaikan sederhana, dan sangat bagus. Salah satunya tentang membuat produk dan membangun brand. Kegiatan ini rutin dua bulan sekali kita lakukan, dan antusias peserta juga sangat bagus,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar