Kasus Perambahan HPK di Asahan, Penjaga Malam Jadi Saksi

Kasus Perambahan HPK di Asahan, Penjaga Malam Jadi Saksi

Area Hutan Produksi Konversi (HPK) di Dusun XII, Desa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan

(eal)

Selasa, 3 April 2018 | 13:20

Analisadaily (Asahan) - Satuan Reskrim Polres Asahan melepas dua orang penjaga malam yang diduga ikut melakukan perambah area Hutan Produksi Konversi (HPK) di Dusun XII, Desa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan. 

Sebelumnya, kedua penjaga malam itu diamankan oleh petugas Unit Tipiter Sat Reksrim Polres Asahan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Sumut-Asahan beserta sebuah alat berat.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Muhammad Arif Batubara, ketika dikonfirmasi melalui seluler, meminta wartawan agar berkoordinasi dengan Kanit Tipiter.

"Kalau masalah penangkapan penjaga malam perambah hutan itu, langsung koordinasi saja sama Kanit Tipiter, Pak Erwin Syahrial," imbaunya.

Sementara Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Asahan, Ipda Erwin Syahrial, ketika dikonfirmasi, membantah adanya melakukan tangkap lepas terhadap kedua penjaga malam dan alat berat untuk perambah hutan tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidikan, dan kedua penjaga malam tersebut masih kita tetapkan sebagai saksi dengan ada jaminannya," tegas Erwin Syahrial sembari mengatakan akan mengeksekusi alat berat yang ada di Desa Padang Mahondang

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Sumut-Asahan, Wahyudi menyatakan, Polres Asahan sudah mengoordinasikan kepada pihaknya bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Proses penyelidikan itu haknya Polres Asahan," ujarnya, Selasa (3/4).

Ketika disinggung mengenai alat berat yang diduga tidak berada lagi di TKP, Wahyudi mengaku akan melakukan pengecekan ke lapangan.

"Karena dua penjaga malam dan alat berat tersebut sudah kita serahkan kepada pihak polres Asahan. Kita akan kembali melakukan kroscek ke TKP untuk membuktikan bahwa alat berat tersebut masih ada atau tidak," sambung Wahyudi.

Sebelumnya, Polres Asahan melalui Unit Tipiter dan KPH Wilayah III Sumut-Asahan, Kamis (22/3), mengamankan dua orang penjaga malam dan satu unit alat berat excavator.

Wahyudi menjelaskan, HPK boleh dikelola apabila dapat persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "HPK boleh dikelola apabila ada persetujuan dari Menteri Kehutanan," tukasnya. 

(eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar