Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Fiktif Segera Dilimpahkan

Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Fiktif Segera Dilimpahkan

Anggota DPR RI, DR Junimart Girsang (kemeja putih), berdiskusi dengan Kajari Sidikalang Jonny W Pardede, terkait penanganan korupsi di sela kunjungan reses ke Sidikalang Kabupaten Dairi, Jumat (8/1)

(ssr/eal)

Jumat, 8 Januari 2016 | 16:26

Analisadaily (Sidikalang) - Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi tahun 2008 berbiaya sekitar 390 juta, segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang, Johnny William Pardede saat menerima kunjungan reses anggota DPR Komisi III fraksi PDIP, DR Junimart Girsang, Jumat (8/1), membenarkan sebanyak 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait proyek fiktif dimaksud.

Keempatnya adalah mantan Kepala Dinas Pariwisata PS, NK selaku pimpro, panitia NC dan rekanan berinisial N br Btr.

Berkas mereka kembali akan dipelajari agar dalam persidangan agar mudah dibuktikan dan dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Dalam kesempatan itu, dibenarkan pula jika N br Btr sudah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) dan pihaknya telah meminta bantuan ke Kejatisu Sumut guna menemukan posisi tersangka.

Diakui, pihaknya mengalami kendala dalam penanganan korupsi termasuk akibat keterbatasan personil.

"Jumlah total tenaga hanya 20 orang termasuk jaksa. Kondisi ini berbanding dengan Jawa dimana Kejari tipe B mendapat penempatan rata-rata 40 orang," ujarnya.

Junimart menyebut, pada kepemimpinan Kajari sebelumnya, lembaga penegak hukum ini penuh keanehan. Bayangkan, selama 5 tahun tak pernah ada kasus korupsi yang dimajukan. Hal itu pernah dilontarkan langsung kepada Jaksa Agung, M Prasetyo.

"Saya bangga, selama 5 tahun tak ada korupsi di Dairi. Kampung saya bersih korupsi. Buktinya, tak ada berkas disidangkan," ujar Junimart menyindir Pendi Sijabat, Kajari yang digantikan Johnny Pardede.

Dia berharap, Johnny Pardede menunjukkan nuansa baru dalam masa kepemimpinannya.

(ssr/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar