Karena Cemburu, Balita Dibunuh Pacar Ibunya

Karena Cemburu, Balita Dibunuh Pacar Ibunya

Pelaku AN (baju tahanan) diamankan polisi setelah membunuh anak pacarnya

(jw/eal)

Jumat, 22 November 2019 | 18:03

Analisadaily (Deli Serdang) - Seorang balita ditemukan meninggal dunia di Kios Pangkas Rapi, Dusun II Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/11) siang.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, balita tersebut bernama Aliando Saragih (4). Korban tewas setelah dibunuh oleh pacar ibunya lantaran cemburu.

Kapolsek Namorambe, AKP Binsar Naibaho, mengatakan di badan korban terdapat sejumlah luka.

"Di pipi kanan dan kiri serta lehernya didapati luka memar," kata Binsar, Jumat (22/11).

Pembunuhan yang terjadi pada balita itu diduga dilakukan AN (41), warga Jalan Luku I Gang Kali, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Medan.

Pria yang berprofesi sebagai tukang pangkas ini merupakan pacar dari Dorlida Simamora (35), ibu balita tersebut.

Ibu korban yang bekerja sebagai tukang setrika ini tinggal bersama AN di kios pangkas itu sejak dua pekan lalu. Sebelumnya Dorlida bersama anaknya tinggal di Pasar Serong Desa Ujung Labuhan, Namorambe.

"Namun setelah berpisah dengan suaminya, Ansarih Saragih (45), sejak sekitar setahun lalu dirinya lantas bersama Alisaba," terang Binsar.

Dorlida terakhir bertemu anaknya dalam keadaan sehat sebelum berangkat bekerja sekitar pukul 11.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.30 WIB dia pulang dan mendapati anaknya sudah tidak bergerak," sebut Binsar.

Dorlida sempat berusaha memberikan pertolongan kepada anaknya dengan membawa ke rumah sakit. Namun sayang nyawa Aliando tidak bisa diselamatkan lagi. Pihak rumah sakit yang curiga dengan kematian bocah itu kemudian menghubungi Polsek Namorambe.

"Petugas mendapatkan laporan tersebut sekitar pukul 15.00 WIB," ucap Binsar.

Petugas kepolisian kemudian datang ke rumah sakit untuk melakukan penyelidikan. Mereka juga memeriksa lokasi kejadian. Jasad Aliando pun diautopsi di RS Bhayangkara Medan.

"Dari hasil autopsi, penyebab kematian korban dicekik atau dibekap," terang Binsar.

Petugas yang melakukan penyelidikan merasa curiga dengan AN dan langsung menangkapnya untuk dimintai keterangan.

"Awalnya pelaku membantah telah membunuh korban. Namun setelah interogasi panjang sekitar 6 jam, tersangka akhirnya mengaku," ungkap Binsar.

Binsar menjelaskan, sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat memandikan, mengganti pakaian, lalu menidurkan korban.

"Pelaku kemudian keluar kios dan merokok, dia terbayang ibu kandung korban lebih sayang kepada korban dibandingkan dengan dirinya, padahal uang tersangka sudah habis untuk membiayai korban dan ibunya, sehingga pelaku merasa cemburu dan muncul niat untuk membunuh korban pada saat tidur," jelasnya.

"Atas kejadian ini, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHPidana dan/atau Pasal 80 ayat (3) UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 15 tahun penjara," tegas Binsar.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar