Karang Taruna Sumut Apresiasi Perhatian Edy Rahmayadi

Karang Taruna Sumut Apresiasi Perhatian Edy Rahmayadi

(Istimewa)

(rel/rzd)

Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:24

Analisadaily (Medan) - Karang Taruna Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memulangkan warganya yang menjadi korban bencana sosial di Wamena, Papua.

“Kami, pengurus Karang Taruna Sumut sangat menghargai perhatian khusus Pemerintah Sumut, Bapak Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Bapak Musa Rajekshah untuk memulangkan masyarakat Sumut yang ada di Wamena. Ini tindakan sosial yang sangat luar biasa dari pemimpin daerah ini kepada rakyatnya yang sedang tertimpa masalah,” kata Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya, Kamis (10/10).

Kepulangan warga Sumut dari Wamena ini, lanjutnya, menjadi tanggungjawab kita bersama. Terutama dalam membuka kesempatan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, mereka dapat tetap mandiri dan menjalankan kewajibannya menghidupi keluarga. Secara tidak langsung juga membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Kami, Karang Taruna Sumut juga akan berdampingan dengan Pemerintah Sumut untuk melatih mereka agar tetap mandiri. Sebagaimana tugas dan fungsi Karang Taruna itu sendiri,” tambahnya.

Dedi juga berharap kepada warga Sumut yang memutuskan menetap di Papua agar selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Serta tetap bersemangat menjalani hari-harinya. Karena mereka memiliki pimpinan yang punya kepedulian tinggi terhadap rakyatnya.

Perlu diketahui, pasca meletusnya kerusuhan di Wamena, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah langsung membentuk tim untuk membantu pemulangan ratusan warga Sumut dari Papua. Rabu (9/10), Edy Rahmayadi langsung menyambut 36 warga Sumut di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

“Yang hadir hari ini ada 14 (dari Surabaya) ditambah 22 orang (dari Jakarta), ada 36 orang. Yang belum kembali ada 264 orang. Mereka akan naik kapal. Sepuluh hari akan sampai, kita terima di Belawan,” ujar Edy Rahmayadi kepada wartawan.

Menurut Gubernur, 133 warga Sumut lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di Papua. Saat ini mereka ditampung di sejumlah posko pengungsi di Jayapura. Menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali lagi ke Wamena.

Sedangkan untuk warga Sumut yang sudah kembali, Gubernur ingin memastikan agar semuanya dilayani dengan baik, diurus segala keperluan kehidupannya. Yang terpenting, kata Edy, adalah keberlanjutan anak sekolah serta mata pencahariannya. Bagi yang memungkinkan bisa dibantu, akan difasilitasi oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota tujuan tinggal.

“Pertama prioritas itu anak sekolah. Kita siapkan pakaian, buku dan keperluan lainnya. Jadi jangan sampai putus (sekolah). Kita lihat masing-masing daerah bagaimana mereka memfasilitsi,” sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Tim Pemprovsu bersama Rindam dan Korem di 6 posko penampungan pengungsi di Papua, tercatat sebanyak 651 warga Sumut korban kerusuhan Wamena.

“Selain memfasilitasi pemulangan warga Sumut ke Medan dan memberangkatkan kembali ke Wamena, Tim Pemprov Sumut juga memberikan bantuan logistik kepada pengungsi selama di posko pengungsian. Kondisi kesehatan warga Sumut di pengungsian, baik-baik saja dan logistik cukup. Tim masih berada di Jayapura/Sentani sampai pemulangan/pemberangkatan warga Sumut ke Belawan selesai,” ujar Riadil.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar