Karang Taruna Medan Bagikan Takjil Kepada Warga

Karang Taruna Medan Bagikan Takjil Kepada Warga

Wakil Ketua MPKT Medan Aliansyah S SHU, bersama Ketua Karang Taruna Medan, M Akhiruddin Nasution, membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan, Kamis (15/6)

(hers/csp)

Kamis, 15 Juni 2017 | 20:56

Analisadaily (Medan) - Karang Taruna Kota Medan mendirikan Posko Ramadan di Jalan T Amir Hamzah Medan. Tidak sampai di situ, mereka juga membuat stand penjualan makanan dan membagikan takjil atau makanan untuk berbuka bagi warga sekitar dan pengguna jalan.

Ketua Karang Taruna Medan M Akhiruddin Nasution mengatakan, pembagian takjil gratis dilakukan sejak Ramadan hari kedua. Kegiatan tetap berjalan meskipun takjil yang diperoleh atas sumbangan dari orang-orang baik di internal dan eksternal organisasi.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi sumbangsih tersebut, dan masih terbuka bagi pihak-pihak yang ingin beramal,” kata Akhiruddin.

Selama itu pula, katanya, secara bergantian membagikan takjil tersebut. Misalnya, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Medan, Aliansyah S SHU, ikut membagikan takjil bersama para pengurus.

“Saya mengapresiasi kegiatan, apalagi pembagian takjil setiap hari. Saya pikir ini luar biasa,” katanya.

Dia berharap, kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan. “Sehingga keberadaan Karang Taruna bisa lebih berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Kebersamaan

Di samping pembagian takjil, Karang Taruna Medan, memanfaatkan momentum menyajikan beragam kuliner di stand Ramadan Fair di Taman Sari Deli, Medan. Juga ada yang di tenda UMKM, menjual aneka kerajinan tangan dan asesories dari Komunitas Crafter Medan binaan KTM.

“Jadi sifatnya memang kebersamaan, kami ingin memberdayakan banyak orang untuk tiap kegiatan yang digelar,” kata Koordinator Posko Ramadan, Riswan.

Menurutnya, Posko Ramadan selain bertujuan amal juga sebagai bagian program pemberdayaan ekonomi. Secara tidak langsung, pihaknya ingin memberdayakan ekonomi di kalangan warga Karang Taruna. Sebagai contoh, semua makanan atau minuman yang dijual atau dibagikan, murni buatan warga Karang Taruna sendiri.

“Ada semangat membina wirausaha, termasuk memunculkan semangat memproduksi makanan atau minuman. Sebab produknya laku terjual atau dibayar donatur untuk disumbangkan. Ini berkah yang diambil dari bulan puasa,” papar pria yang juga menjabat Bendahara Lembaga Pemberdayaan Kewirausahaan Karang Taruna Medan ini.

(hers/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar