Karang Taruna Dilatih Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Skateboard

Karang Taruna Dilatih Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Skateboard

Tim PKM FT UMSU mengadakan pendampingan pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit menjadi skateboard pada Karang Taruna Kecamatan Medan Area (Ist)

(rel/rzd)

Minggu, 13 Oktober 2019 | 00:22

Analisadaily (Medan) - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) memberikan kepercayaan kepada Tim PKM untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang tepat sasaran dan mempertimbangkan kearifan lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pendampingan maupun pelatihan kepada generasi muda. Generasi muda merupakan salah satu unsur penting sebagai subjek dan objek dalam pembangunan, mengingat generasi muda merupakan kategori usia produktif yang bisa diproyeksikan menjadi calon pemimpin bangsa di kemudian hari.

Generasi muda juga merupakan sasaran pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan penguasaan teknologi yang diharapkan mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka, perlu dilakukan penyaluran dan pengembangan minat serta bakatnya dengan berbagai kegiatan. Oleh karena itu tim PKM Fakultas Teknik(FT) UMSU mengadakan pendampingan pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit menjadi skateboard pada Karang Taruna Kecamatan Medan Area.

Tim PKM FT UMSU terdiri dari M. Yani, selaku ketua, dan Bekti Suroso selaku anggota, serta melibatkan mahasiswa FT UMSU.

M. Yani mengatakan, usia generasi muda seringkali disebut sebagai usia rawan terhadap pengaruh negatif sehingga diperlukan pembinaan intensif dengan penyaluran pada kegiatan-kegiatan positif yang bersifat mengembangkan kreativitas, menambah wawasan dan sesuai dengan usianya.

“Pada akhirnya generasi muda khususnya Karang Taruna dapat menularkan kemampuannya kepada masyarakat sehingga berkurangnya angka penggangguran serta terbentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” jelasnya, Sabtu (12/10).

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Lurah Tegalsari II dan ketua Karang Taruna. Dalam sambutannya, Lurah Tegalsari II menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan positif yang bersifat mengembangkan kreativitas, serta menambah wawasan seperti ini tidak hanya berhenti di sini saja, namun bisa berkelanjutan. Sehingga para anggota Karang Taruna memiliki keterampilan dan mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomis.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar