Kapolsek Patumbak Dikeroyok Saat Penggerabekan Kampung Narkoba

Kapolsek Patumbak Dikeroyok Saat Penggerabekan Kampung Narkoba

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/csp)

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 12:58

Analisadaily (Medan) - Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar, dikeroyok bandar narkoba saat akan melakukan penggerebekan di kawasan Jalan Karya Marindal I, Gang Rukun, Kecamatan Patumbak.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, sebelum penganiayaan itu, Selasa (6/8), Polsek Patumbak mendapat aduan soal maraknya peredaran narkoba di Gang Rukun.

Selanjutnya, pada Kamis (8/8) pukul 17.00 WIB, AKP Ginanjar dan Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak beserta jajaran melakukan penggerebakan. Saat itu, polisi mengamankan 3 pengedar narkoba, U (49), K (30) dan S (29).

Dari tangan U disita 2 plastik kecil berisi sabu, kaleng bekas rokok berisi ratusan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang sebesar Rp 150 ribu hasil transaksi. Dari K diamankan 2 paket kecil sabu, belasan plastik klip dan uang sebesar Rp 200 ribu huga hasil transaksi.

Kemudian, dari tangan S (29) diamankan barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi sabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil.

Setelah ketiga tersangka itu diamankan dan diinterogasi, akhirnya petugas mendapatkan informasi dari ketiga pelaku tersebut dan didapatkan nama bandar besarnya.

"Ketiga tersangka mengaku, sabu yang dijual berasal dari bandar berinisial A," kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, Sabtu (10/8).

Lebih lanjut Raphael menjelaskan, setelah identitas diketahui, Kapolsek Patumbak beserta anggota melakukan pengembangan dan mencari A di rumahnya di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak.

Ketika melakukan pengejaran, petugas melihat A sedang duduk di depan rumah, seperti  menunggu pembeli sabu datang. Mengetahui petugas akan menyergap, tersangka A berusaha melarikan diri menuju jalan besar.

Sampai di sana, ternyata A tidak sendirian, ia bersama 20 orang rekannya, dan melakukan pengeroyokan terhadap Ginanjar dan anggota Polsek Patumbak pakai senjata tajam.

"AKP Ginanjar mengalami luka di wajah dan lengannya. Kemudian dilarikan oleh anggotanya ke rumah sakit," paparnya.

Setelah menerima informasi terkait pengeroyokan, Satres Narkoba dan Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan langsung mengejar di seputaran rumah tersangka.

Tidak lama kemudian, tersangka A dibekuk petugas saat bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga.

“Petugas juga menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip kecil berisi sabu, timbangan elektrik, serarusan plastik kosong dsn uang Rp 300 ribu hasil transaksi yang dibuang tersangka ke WC," ucap Raphael.

Meninggal Dunia

Tidak berhenti sampai di situ, tersangka dibawa untuk mencari barang bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Kapolsek dan anggotanya.

Setibanya di Jalan Marindal tepat di belakang Pabrik Alumex, A melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Sehingga petugas beberapa kali memberikan tembakan ke udara namun tak diindahkan pelaku.

"Petugas akhirnya menembak betis kanan A. Namun ia melompat ke parit. Tapi diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Beberapa jam dirawat, tersangka meninggal dunia. Hingga kini jasad tersangka masih di rumah sakit," ujar Raphael.

"Tersangka A merupakan target operasi yang sudah lama kita cari. Dalam 1 pekan, tersangka bisa menjual 1/2 sampai 1 kilogram sabu. Saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka," tambah AKBP Raphael.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar