Kapolsek Medan Kota Temui Ibu-ibu di Kampung Aur

Kapolsek Medan Kota Temui Ibu-ibu di Kampung Aur

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani bersama ibu-ibu Kampung Aur saat menerima karya rajutan, Rabu (1/7)

(jw/csp)

Rabu, 1 Agustus 2018 | 18:02

Analisadaily (Medan) - Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani bersama jajarannya mendatangi Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (1/8).

Kedatangan Revi bukan untuk melakukan penggerebekan atau penangkapan melainkan mengunjungi Saung Gerakan Mamak-mamak Merajut (Gemar) yang ada di Kampung tersebut.

"Saya datang ke sini untuk melihat langsung ibu-ibu ini merajut. Dan, ketika saya lihat ternyata hasil dari karya mereka sangat luar biasa. Kegiatan ini sangat positif dan luar biasa" kata Revi kepada Analisadaily.com.

Karena aktivitas positif ini, Revi menilai, citra Kampung Aur semakin harum karena yang dahulunya terkenal dengan kampung yang negatif.

Revi menyebutkan, kegiatan seperti ini akan memacu warga-warga yang lain peduli terhadap kerajinan tangan dan bisa mempunyai hasil.

Ia berharap, kedepannya Polsek Medan Kota dan Babinkamtibmas akan selalu mendukung kegiatan ibu-ibu di Kampung Aur.

"Nanti kalau ada event di Kota Medan, ini akan kita ikut sertakan. Biar hasil karya bisa lebih terkenal," harapnya.

Lurah Aur, Liza Harahap, mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolsek yang sudah datang melihat kegiatan ibu-ibu di Aur.

"Saya sangat senang, karena pak Kapolsek langsung meninjau ibu-ibu dan memotivasi untuk terus berkarya," pungkasnya.

Salah seorang anggota Gemar, Arsini (42) mengatakan, saat ini para ibu sudah menghasilkan ratusan tas rajut.

Hasil karyanya juga sudah banyak dijual kepada warga sekitar bahkan kepada warga lain yang ada di Kota Medan.

"Walaupun baru dua tahun Gemar berdiri, tapi hasil karya kita sudah banyak terjual. Baik dipameran maupun dijual secara online," ujarnya.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani, saat memperhatikan karya rajutan ibu-ibu Kampung Aur, Rabu (1/7)

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani, saat memperhatikan karya rajutan ibu-ibu Kampung Aur, Rabu (1/7)

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar