Kapoldasu: Jika Anggota Kita Terlibat, Akan Dipecat Dengan Tidak Hormat

Kapoldasu: Jika Anggota Kita Terlibat, Akan Dipecat Dengan Tidak Hormat

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw (kiri) didampingi Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Hendri Marpaung

(jw/eal)

Rabu, 6 Desember 2017 | 18:34

Analisadaily (Medan) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional dengan barang bukti 38 kilogram sabu-sabu dan 14 orang tersangka. Dua tersangka diantaranya diduga oknum polisi.

Jika keduanya terlibat, maka Polda Sumut akan memberi tindakan tegas berupa Pecat Dengan Tidak Hormat (PDTH). Hal tersebut ditegaskan Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, didampingi Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Hendri Marpaung, Rabu (6/12).

"Jika memang ada oknum yang diduga anggota Polri terlibat, maka akan kita pecat dengan tidak hormat," tegas Paulus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Analisadaily.com, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menangkap oknum diduga anggota Polri yang bertugas di Nias dan Tanjungbalai.

Selain kedua personel Polri tersebut, petugas juga menangkap 11 orang lainnya. Sementara seorang tersangka ditembak mati karena melawan saat ditangkap.

"Keterlibatan oknum ini masih kita dalami dan masih diperiksa pihak Propam," jelas Paulus.

Paulus juga mengungkap, saat diamankan kedua oknum tersebut sedang di luar tugas. "Saat diamankan keduanya bersama bandar dan diduga mereka bersahabat. Namun saat diamankan tidak didapatkan barang bukti narkoba," ungkapnya.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Hendri Marpaung menambahkan, petugas masih terus mengembangkan pengungkapan jaringan narkoba internasional ini.

"Kita masih dalami dan masih kita selidiki kasusnya," jelas Hendri.

Ditanyai kedua tersangka yang diduga oknum Polri, Hendri juga menegaskan, jika terlibat berarti mereka sudah melanggar etika profesinya sebagai anggota Polri.

"Kalau terlibat, jelaslah mereka sudah melanggar etika profesi dan jika terbukti pastinya dipecat dengan tidak hormat," pungkas Hendri.

Seperti diketahui, penangkapan tersebut dilakukan Polda Sumut mulai 25 November hingga 5 Desember 2017. Kesimpulannya, barang bukti narkotika yang diamankan selama seminggu berjumlah 38 Kg sabu-sabu dengan tersangka 14 orang. Tiga orang ditembak kakinya. Satu orang diberi tindakan terukur dan meninggal dunia.

Para tersangka yang terlibat dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, atau pidana seumur hidup.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar