Kapolda Sumut: Hilangnya Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprovsu Adalah Kecerobohan

Kapolda Sumut: Hilangnya Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprovsu Adalah Kecerobohan

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto

(jw/rzd)

Rabu, 11 September 2019 | 13:03

Analisadaily (Medan) - Polisi masih melakukan penyelidikan atas peristiwa hilangnya uang senilai Rp 1,6 miliar milik Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprovsu dari dalam mobil yang diparkir di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, selain delik pencurian, saat ini pihaknya tengah mendalami unsur kesengajaan dan kelalaian. Itu karena ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proses membawa uang tersebut.

"Ini saya juga heran kok masih pakai uang tunai. Kalau terkait dengan proyek, harusnya langsung ke pelaksana proyek. Kalau kaitan gaji, harusnya langsung ke rekening penerima gaji," katanya disela-sela syuting film Sang Prawira di Kantor Pos Besar Medan, Rabu (11/9).

Kapolda menuturkan, pihaknya juga sedang memastikan apakah uang yang hilang itu bagian dari uang negara atau tidak. Karena jika uang negara, tentunya harus ada yang bertanggungjawab atas kehilangan uang tersebut.

"Kalau itu uang negara, tentunya harus benar-benar dijaga keamanannya. Ada pihak berwenang yang harus bertanggungjawab. Ini kita sedang memastikan apakah itu uang negara atau tidak," tuturnya.

"Meletakkan uang sebesar itu di dalam mobil adalah kecerobohan. Yang pasti kita cek, dan kenapa uang cukup besar itu diambil tanpa pengawalan. Harusnya ada tata cara pengambilan uang tunai," sambung Kapolda.

Agus meminta masyarakat tidak berspekulasi dalam melihat kasus ini, dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ke Polisi.

"Kita terus bekerja untuk mengungkap kasus ini. Tentunya pengungkapan secara profesional," tegas jenderal berbintang dua tersebut.

Uang milik BPKAD Pemprovsu sebesar Rp.1. 672.985.500 hilang dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 ZC yang diparkirkan pelataran Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, pada Senin (9/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Uang itu merupakan honor kegiatan pegawai. Sebelumnya ditarik dari Bank Sumut Cabang Utama di Jalan Imam Bonjol, Medan, oleh dua pegawai BPKAD. Namun setibanya di Kantor Gubernur, uang tersebut tidak dibawa ke dalam gedung, justru ditinggal di dalam mobil.

Sementara kedua pegawai itu pergi Salat Ashar dan sekaligus melakukan absen pulang. Ketika mereka kembali ke mobil, kunci mobil sudah dirusak dan uang tersebut hilang. Kasus ini dilaporkan ke Polisi.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar